Dishub Bandung catat 98 ribu kendaraan lewati jalur Nagreg saat puncak mudik

Puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di jalur Nagreg terjadi pada Kamis (19/3/2026) atau H-2 Lebaran. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 98 ribu kendaraan roda dua dan empat melintas, menurut Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung melaporkan bahwa puncak arus mudik di jalur Nagreg sesuai prediksi Kementerian Perhubungan dan kepolisian. Humas Dishub, Eric Alam, menyatakan bahwa hingga pukul 14.00 WIB pada 19 Maret 2026, sebanyak 98.000 kendaraan telah melintas jalur tersebut berdasarkan traffic counting mereka. Angka ini naik signifikan dari 71 ribu kendaraan pada hari sebelumnya hingga jam yang sama, dengan rata-rata 7.000 kendaraan per jam hari itu. Eric Alam meyakini total kendaraan 24 jam hari itu akan melebihi hari Rabu sebelumnya. Kendaraan roda dua mendominasi 69 persen, meskipun ada program mudik gratis. Pola kepadatan tertinggi terjadi setelah sahur hingga pukul 08.00 WIB, menurun sementara, lalu naik lagi mulai pukul 14.00 WIB hingga berbuka puasa. Pemudik dari Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Bogor umumnya bergerak setelah berbuka dan tiba di Nagreg sekitar pukul 00.00 hingga 02.00 WIB. Eric Alam berkata, 'Ini terbukti dari hasil traffic counting yang kami lakukan di Nagreg ini, bahwa memang hari ini sudah sebanyak 98.000 kendaraan melintas Nagreg sampai dengan pukul 14.00 WIB.'

Artikel Terkait

Evening highway traffic jam outside Jakarta with police managing Lebaran return flow via contraflows.
Gambar dihasilkan oleh AI

Sisa 15 persen kendaraan arus balik Lebaran belum kembali ke Jakarta

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Korps Lalu Lintas Polri memperkirakan hanya 15 persen kendaraan arus balik Lebaran 2026 yang belum kembali ke Jakarta hingga Sabtu malam. Puncak arus balik telah terlewati dengan lalu lintas terkendali melalui rekayasa seperti one way dan contraflow.

Jalur Nagreg di Kabupaten Bandung yang menghubungkan Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya masih ramai kendaraan pada Minggu pukul 19.00 WIB. Kepadatan terjadi mulai turunan Cikaledong hingga Cagak Nagreg ke arah Garut dan Tasikmalaya.

Dilaporkan oleh AI

PT Jasa Marga mencatat rekor arus lalu lintas mudik Lebaran 2026 dengan 270.315 kendaraan pada 18 Maret, puncak H-3 Lebaran. Angka ini naik 98,3 persen dibanding normal dan 4,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Total kendaraan keluar Jabodetabek mencapai 1,48 juta selama periode H-10 hingga H-3.

Kepadatan kendaraan mendominasi jalur utama Cianjur, Jawa Barat, sejak H+3 Lebaran, dengan antrean mencapai 18 kilometer menuju Puncak-Bogor. Polres Cianjur menerapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah dan penutupan jalur untuk mengurai kemacetan. Pengendara dialihkan ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi.

Dilaporkan oleh AI

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus balik gelombang kedua Idul Fitri terjadi pada Sabtu (28/3/2026). Pihaknya menyiapkan opsi rekayasa lalu lintas hingga one way nasional untuk mengelola lonjakan kendaraan menuju Jakarta di Tol Trans Jawa. Kondisi lalu lintas dini hari masih terkendali.

Korps Lalu Lintas Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas one way nasional pada puncak arus balik Lebaran 24 Maret 2026. Pengumuman dilakukan di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek. Sebelumnya, one way untuk arus mudik telah dihentikan karena lalu lintas melandai.

Dilaporkan oleh AI

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan 82,7 persen di kalangan pemudik terhadap Operasi Ketupat 2026, yang dinilai berhasil melancarkan arus mudik dan menekan kecelakaan lalu lintas. Sebanyak 81 persen responden menyatakan penyelenggaraan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Program pemerintah seperti Mudik Gratis dan bantuan pangan mendapat apresiasi tinggi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak