PT Jasa Marga mencatat rekor arus lalu lintas mudik Lebaran 2026 dengan 270.315 kendaraan pada 18 Maret, puncak H-3 Lebaran. Angka ini naik 98,3 persen dibanding normal dan 4,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Total kendaraan keluar Jabodetabek mencapai 1,48 juta selama periode H-10 hingga H-3.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat volume lalu lintas mudik Lebaran 2026 tertinggi sepanjang sejarah pada Rabu, 18 Maret 2026, atau H-3 Lebaran. Puncak arus tersebut mencapai 270.315 kendaraan melintas melalui empat Gerbang Tol utama: GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), GT Cikampek, dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). Angka ini naik 98,3 persen dibanding lalu lintas normal dan 4,6 persen dibanding puncak mudik Lebaran 2025 yang sebesar 258.383 kendaraan, menurut Direktur Utama Rivan A. Purwantono. Sumber lain menyebut kenaikan 4,62 persen terhadap tahun sebelumnya. Selain itu, arus ke Jalan Tol Trans Jawa mencapai 175.754 kendaraan, naik 6 persen dari puncak tahun lalu. Secara kumulatif, dari 11 hingga 18 Maret 2026 (H-10 hingga H-3), 1.483.703 kendaraan keluar Jabodetabek, naik 30,1 persen dari normal 1.140.021 kendaraan. Distribusi: 788.710 kendaraan (53,1 persen) ke Trans Jawa dan Bandung, 402.945 (27,2 persen) ke Merak, dan 292.048 (19,7 persen) ke Puncak. Meski rekor, lalu lintas terkendali berkat rekayasa seperti contraflow di Jalan Layang MBZ dan Jakarta-Cikampek bawah, serta one way nasional KM 70-KM 414. Kepadatan terurai dalam 1x12 jam, lancar pada Kamis pukul 11.00 WIB. “Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi... mencapai 175.754 kendaraan,” ujar Rivan. Ia menekankan optimalisasi teknologi dan koordinasi dengan kepolisian.