Fatalitas kecelakaan turun 30 persen pada arus mudik-balik Lebaran 2026

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan terkendali dengan penurunan fatalitas 30 persen. Tidak ada peristiwa menonjol dari aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat dan KRYD turun 7 persen.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan bahwa pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lancar dan terkendali. Pernyataan itu disampaikan di JTMC Jasa Marga, Tol Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin dini hari, 30 Maret 2026.

Dari aspek pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), tidak ada peristiwa yang menonjol. Sementara dari aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), fatalitas korban meninggal dunia turun 30 persen. "Demikian juga jumlah kecelakaan lalu lintas Operasi Ketupat ditambah KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan), peristiwanya turun 7 persen," ujar Agus Suryonugroho.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi Korlantas Polri dengan stakeholder terkait. "Ini bagian daripada hasil kolaborasi dan kerja kita sama-sama agar supaya sesuai dengan tagline Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Operasi Ketupat itu adalah 'Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia'", tambahnya.

Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dan telah ditutup. Kini Polri melanjutkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi situasi, termasuk puncak arus balik kedua pada 28-29 Maret 2026.

Artikel Terkait

Evening highway traffic jam outside Jakarta with police managing Lebaran return flow via contraflows.
Gambar dihasilkan oleh AI

Sisa 15 persen kendaraan arus balik Lebaran belum kembali ke Jakarta

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Korps Lalu Lintas Polri memperkirakan hanya 15 persen kendaraan arus balik Lebaran 2026 yang belum kembali ke Jakarta hingga Sabtu malam. Puncak arus balik telah terlewati dengan lalu lintas terkendali melalui rekayasa seperti one way dan contraflow.

Korps Lalu Lintas Polri mencatat 42 persen kendaraan pemudik Lebaran 2026 belum masuk Jakarta. Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan pengamanan tetap dilanjutkan melalui KRYD meski Operasi Ketupat telah ditutup. Polri memperkirakan puncak arus balik kedua pada 29 Maret 2026.

Dilaporkan oleh AI

Korps Lalu Lintas Polri mencatat peningkatan kendaraan meninggalkan Jakarta pada hari kelima Operasi Ketupat 2026, dengan 28 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan telah keluar. Kondisi lalu lintas secara umum masih terkendali meski ada kepadatan.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melarang kendaraan sumbu tiga melintasi jalan tol selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) dan koordinasi lintas kementerian. Prioritas utama adalah keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

Dilaporkan oleh AI

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus balik gelombang kedua Idul Fitri terjadi pada Sabtu (28/3/2026). Pihaknya menyiapkan opsi rekayasa lalu lintas hingga one way nasional untuk mengelola lonjakan kendaraan menuju Jakarta di Tol Trans Jawa. Kondisi lalu lintas dini hari masih terkendali.

Puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di jalur Nagreg terjadi pada Kamis (19/3/2026) atau H-2 Lebaran. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 98 ribu kendaraan roda dua dan empat melintas, menurut Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung.

Dilaporkan oleh AI

PT Jasa Marga mencatat rekor arus lalu lintas mudik Lebaran 2026 dengan 270.315 kendaraan pada 18 Maret, puncak H-3 Lebaran. Angka ini naik 98,3 persen dibanding normal dan 4,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Total kendaraan keluar Jabodetabek mencapai 1,48 juta selama periode H-10 hingga H-3.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak