Jalur Nagreg di Kabupaten Bandung yang menghubungkan Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya masih ramai kendaraan pada Minggu pukul 19.00 WIB. Kepadatan terjadi mulai turunan Cikaledong hingga Cagak Nagreg ke arah Garut dan Tasikmalaya.
Jalur Nagreg di Kabupaten Bandung terpantau masih dipadati kendaraan pada Minggu pukul 19.00 WIB. Kepadatan dimulai dari awal turunan curam Cikaledong selepas perlintasan kereta api sebidang, mengular hingga Cagak Nagreg ke arah Garut dan Tasikmalaya. Di Pospam Cikaledong, antrean menuju Tasikmalaya melalui Limbangan masih tertahan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung hingga pukul 18.00 WIB, 107.454 kendaraan melintas ke Garut atau Tasikmalaya, sementara 80.192 kendaraan dari arah sebaliknya menuju Bandung. Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyatakan kepadatan mulai petang hari, menandakan arus mudik lokal bercampur arus wisata, dengan hambatan utama di Limbangan (arah Tasikmalaya) dan Kadungora (arah Garut). Ia berkata, “Seperti prediksi, kepadatan ini memang terjadi karena masih ada arus mudik yang mayoritas mudik lokal dan bercampur dengan arus wisata sehingga terlihat arus lalu lintas mulai terjadi kepadatan kendaraan karena ada hambatan di Limbangan (arah Tasikmalaya) dan Kadungora (arah Kota Garut).” Kepadatan juga dipicu arus balik dari Garut dan Tasikmalaya ke Bandung. Eric belum memastikan apakah total kendaraan Minggu ini melebihi puncak arus mudik H-2 Lebaran 2026 yang mencapai 150.716 kendaraan dalam 24 jam. Dishub meminta pelaku perjalanan meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem dan kontur jalan berbukit dengan tanjakan-turunan curam.