Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memastikan jajarannya solid dan siap tempur untuk pengamanan Operasi Ketupat 2026. Pernyataan itu disampaikan saat pengecekan pos pengamanan, pemberian tali asih, dan pembagian takjil serentak di berbagai titik strategis.
Palembang, VIVA – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho memastikan jajarannya solid dan siap tempur dalam pelaksanaan pengamanan Operasi Ketupat 2026. Hal ini ditegaskan saat melaksanakan pengecekan pos pengamanan (pos pam), pemberian tali asih, dan pembagian takjil secara serentak di berbagai titik strategis, dengan pusat di Pos Simpang 5 DPRD Provinsi, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang. Kegiatan ini melibatkan 39 personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Dinkes, dan Senkom, sebagai representasi pengamanan terpadu dengan fokus quick response dan kelayakan sarana patroli. Sandi menekankan keseragaman aksi di seluruh wilayah hukum Polda Sumsel. “Hari ini kita bergerak secara serentak di seluruh jajaran untuk memastikan tidak ada celah dalam pengamanan masyarakat. Pengecekan pos ini adalah bukti bahwa seluruh personel, mulai dari administrasi hingga armada patroli, berada dalam kondisi siap tempur untuk memberikan respons cepat di setiap sudut Sumatera Selatan,” kata Sandi. Kehadiran Ketua dan Pengurus Bhayangkari mendampingi Pejabat Utama memberikan sentuhan empati melalui tali asih kepada personel. Pembagian takjil kepada pengguna jalan berfungsi sebagai cooling system untuk mendinginkan suasana dan edukasi tertib lalu lintas. “Kegiatan serentak ini juga membawa misi kemanusiaan. Kami ingin menunjukkan bahwa di balik seragam ini, Polri tetap mengedepankan nilai kekeluargaan. Pembagian takjil serentak ini adalah cara kami menyapa masyarakat secara humanis, sekaligus mendinginkan suasana (cooling system) agar situasi Kamtibmas tetap kondusif dan hangat,” katanya. Aksi ini menunjukkan soliditas Polda Sumsel dalam pengamanan.