Illustration of Bima City Police acting chief replacement ceremony amid narcotics scandal.
Illustration of Bima City Police acting chief replacement ceremony amid narcotics scandal.
Gambar dihasilkan oleh AI

Plh kapolres bima kota diganti usai kontroversi kasus narkoba

Gambar dihasilkan oleh AI

Penunjukan AKBP Catur Erwin Setiawan sebagai pelaksana harian Kapolres Bima Kota menuai kritik karena riwayat kasus narkoba masa lalunya. Kini, jabatan tersebut dialihkan kepada AKBP Hariyanto, mantan Wadansat Brimob Polda NTB. Pergantian ini terjadi di tengah skandal narkoba yang menjerat mantan Kapolres AKBP Didik Putra Kuncoro, yang telah dipecat dan menghadapi ancaman hukuman mati.

Dinamika di Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat, terus bergulir akibat kasus penyalahgunaan narkotika. Mantan Kapolres AKBP Didik Putra Kuncoro resmi dipecat melalui sidang etik pada 19 Februari 2026 setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus: penerimaan dana hasil peredaran narkoba dan kepemilikan narkotika. Ia menghadapi ancaman pidana mati berdasarkan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (2) atau Pasal 137 Huruf A UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Fakta kasus mengungkap bahwa Didik menerima Rp2,8 miliar dari jaringan bandar narkoba melalui eks Kasatres Narkoba AKP Malaungi. Uang tersebut diserahkan tiga kali: Rp1,4 miliar dalam koper, Rp450 juta dalam paper bag, dan Rp1 miliar dalam kardus bir. "Uang Rp2,8 M diserahkan sebanyak 3 kali dengan rincian pertama Rp1,4 M, kedua Rp450 juta, ketiga Rp1 M," ujar Komisaris Besar Polisi Zulkarnain Harahap, Kepala Subdirektorat III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, pada 21 Februari 2026.

Kasus bermula dari penangkapan dua asisten rumah tangga Bripka IR dan AN dengan 30,415 gram sabu pada awal Februari 2026, yang mengarah ke keterlibatan AKP Malaungi. Pemeriksaan menunjukkan hasil positif amfetamin pada Malaungi, dengan ditemukannya 488,496 gram sabu di ruang kerjanya. Selain itu, koper berisi narkotika ditemukan di rumah Aipda Dianita Agustina di Tangerang pada 11 Februari 2026, yang dititipkan atas perintah Didik melalui istrinya, Miranti Afriana. Barang bukti mencakup 16,3 gram sabu, 49 butir ekstasi, dan obat-obatan lain.

Di tengah skandal ini, penunjukan AKBP Catur Erwin Setiawan sebagai Plh Kapolres pada awal Februari menuai sorotan karena ia pernah positif sabu pada 4 Mei 2017 saat menjabat di Polres Ternate. Mabes Polri menjelaskan bahwa keputusan itu berdasarkan mekanisme internal. Kini, pada 22 Februari 2026, AKBP Hariyanto ditunjuk menggantikannya, diumumkan melalui Instagram @polres_bimakota. "Semoga senantiasa diberikan keberkahan, kelancaran, serta kesuksesan dalam mengemban amanah," bunyi unggahan tersebut.

Bareskrim Polri bekerja sama dengan PPATK untuk melacak aliran dana lebih lanjut, termasuk keterlibatan bandar KE, AS, dan S.

Artikel Terkait

Police arresting Taufik Hidayat in a housing complex at night.
Gambar dihasilkan oleh AI

Taufik Hidayat arrested by police in Majalaya

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Taufik Hidayat (30) was arrested by a joint team from West Java Regional Police on Tuesday night, 23 June 2026, in Griya Pesona housing complex, Ciparay, Bandung Regency.

The Corruption Eradication Commission detained 10 people in a sting operation in Kuantan Singingi, Riau, on 29 June 2026. Bupati Suhardiman Amby and Sekda Zulkarnaen later surrendered at the KPK building on 30 June.

Dilaporkan oleh AI

Cipinang Class I Prison chief Wachid Wibowo spoke about the joint raid that uncovered ecstasy and etomidate-laced vape trafficking at B Fashion Hotel and The Seven in West Jakarta.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak