Presiden Prabowo Subianto akan berpidato kunci di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026, setelah kunjungan ke London, Inggris. Di London, ia dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III untuk membahas kerja sama strategis. Acara WEF ini dihadiri 61 kepala negara dan lebih dari 1.000 peserta.
Presiden Prabowo Subianto berangkat ke London, Inggris, pada Minggu siang, 18 Januari 2026, dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sebelum keberangkatan, ia bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk menerima laporan perkembangan informasi terkini, meskipun detailnya tidak diungkapkan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi pertemuan tersebut, yang berlangsung di Gedung VVIP Base Ops Lanud Halim.
Di London, Prabowo dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Keir Starmer untuk membahas kesepakatan kerja sama strategis, termasuk bidang ekonomi dan maritim. Selanjutnya, ia akan berhadapan dengan Raja Charles III, dengan agenda utama pelestarian alam, lingkungan, dan konservasi gajah bersama tokoh filantropi dunia.
Setelah London, Prabowo melanjutkan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum pada 22 Januari 2026. Pidato khususnya dijadwalkan pukul 14.00-14.30 waktu setempat (CET), berbagi panggung dengan Presiden dan CEO WEF Børge Brende. "Di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta," kata Teddy Indra Wijaya.
Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan CEO perusahaan terkemuka mancanegara. WEF, yang digelar tahunan sejak 1971, mempertemukan pemimpin dunia untuk membahas tantangan ekonomi. Pemimpin lain yang berpidato termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden AS Donald J. Trump.
Keberangkatan Prabowo disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan pejabat lainnya.