Purbaya targetkan bea keluar batu bara berlaku 1 April 2026

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan aturan bea keluar batu bara efektif berlaku mulai 1 April 2026, tergantung hasil rapat besok. Kebijakan ini juga mencakup nikel, dengan besaran yang telah disetujui Presiden.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan targetannya agar aturan bea keluar (BK) batu bara berlaku efektif pada 1 April 2026. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Rabu (25/3/2026) saat membahas rencana tersebut. “Seharusnya kalau besok jadi (rapat), ya (berlaku) 1 April. Kalau besok jadi. Belum tahu kan, kan masih mau saya rapatin dulu,” ujar Purbaya. Pemerintah juga sedang menyusun aturan bea keluar khusus untuk nikel. Besaran tarif untuk kedua komoditas itu telah disetujui Presiden, tetapi detailnya akan dibahas ulang dalam rapat lintas kementerian dan lembaga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Purbaya belum bisa ungkap besaran pasti karena aspek teknis masih difinalisasi. “Angka (bea keluar) sudah diputuskan oleh Presiden, tetapi kan rapatnya bisa diskusikan dahulu baru kita bisa keluarkan seperti apa nanti. (Batu bara) jelas akan dikenakan bea keluar sesuai dengan arahan Presiden,” katanya. Ia membuka kemungkinan percepatan jika harga batu bara global terus naik, mengingat saat ini mencapai lebih dari 135 dolar AS per ton. “Kita lihat seperti apa kondisi industrinya, tetapi kalau kepepet bisa (diterapkan lebih cepat),” tambahnya. Meski pelaku industri tambang menyatakan keberatan, pemerintah tetap komitmen karena harga komoditas yang tinggi. “Mereka (pelaku industri) pasti enggak setuju. Tapi kan harga batu bara tinggi sekali. Sekarang 135 (dolar AS per ton) lebih,” ujar Menkeu.

Artikel Terkait

Finance Minister Purbaya inviting global investors at a conference in Indonesia.
Gambar dihasilkan oleh AI

Purbaya invites global investors and follows mining royalty delay

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa invited global investors to Indonesia while introducing the P2SP task force mechanism to resolve business obstacles.

Coordinating Minister for Economic Affairs Airlangga Hartarto confirmed that the export proceeds policy will take effect on June 1 2026 following a meeting with the President at Merdeka Palace.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia's Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa projects national economic growth of up to 5.7% in Q2 2026. He said the government has room to boost activity as the quarter is only in April. Purbaya made the comments in Jakarta on April 24, 2026.

President Prabowo Subianto led a four-hour government work meeting at the Presidential Palace on April 8, 2026, involving ministers, echelon I officials, and BUMN directors. He stressed improving bureaucratic efficiency, reducing leaks, and committing to keep debt ratio below 40 percent of GDP and APBN deficit under 3 percent. The meeting also addressed protein self-sufficiency and food security.

Dilaporkan oleh AI

President Javier Milei announced a reduction in export taxes on wheat and barley, which will drop from 7.5% to 5.5% starting in June 2026. The measure aims to provide greater predictability to the agricultural sector.

Cabinet Secretary Teddy Indra Wijaya has denied rumors that Indonesia will face chaos soon. He assured that everything is under control, with stable fuel prices and a solid economy. The statement came during a meeting with reporters at the Presidential Palace Complex on April 10, 2026.

Dilaporkan oleh AI

President Prabowo Subianto established the Jakarta-Bandung High-Speed Rail Committee through Presidential Regulation Number 29 of 2026. He appointed Coordinating Minister for Infrastructure and Regional Development Agus Harimurti Yudhoyono as chair of the committee.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak