Pemerintah Indonesia mendorong kebijakan ekspor satu pintu untuk meningkatkan daya saing di perdagangan global komoditas seperti kelapa sawit dan pertambangan.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menyatakan kebijakan tersebut sebagai langkah strategis.
"Penguatan tata kelola ekspor merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem perdagangan yang lebih efisien, transparan, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," kata Ferry dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.
Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute Tungkot Sipayung menyoroti bahwa meskipun Indonesia produsen sawit terbesar dunia, harga masih dipengaruhi bursa luar negeri. Ia menilai konsolidasi ekspor bisa meningkatkan pengaruh Indonesia.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies Nailul Huda dan Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia Arif Perdana Kusumah mengingatkan agar kebijakan dirancang hati-hati untuk menjaga investasi dan mendukung hilirisasi.