Pakar usulkan langkah awal realistis untuk target PLTS 100 GW

Dalam media briefing Jumat lalu, dua pakar energi menekankan pentingnya pendekatan bertahap dan quick wins dalam merealisasikan program pembangunan 100 GW PLTS yang ditargetkan selesai sebelum 2029.

CEO IESR Fabby Tumiwa menilai implementasi program PLTS 100 GW harus dimulai dengan langkah cepat yang terukur. Ia mengusulkan tiga agenda prioritas yaitu percepatan dedieselisasi, akselerasi PLTS atap serta Battery Energy Storage System, dan pengembangan model PLTS desa melalui koperasi atau BUMDes.

Fabby menyatakan quick wins penting untuk menunjukkan bahwa program tersebut merupakan strategi nyata transformasi energi. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan PLTS sebagai bagian transisi energi dan kemandirian nasional.

Sementara itu pakar dari Universitas Indonesia Eko Adhi Setiawan menyarankan memulai dengan proyek 10 GW sebagai fase pembuktian. Menurutnya pendekatan ini lebih realistis dari sisi kesiapan SDM dan ekosistem industri sebelum memperluas ke skala lebih besar.

Artikel Terkait

Indonesian officials overseeing waste site cleanup with May 2028 target banner
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah targetkan selesaikan persoalan sampah nasional pada mei 2028

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menetapkan tenggat waktu Mei 2028 untuk menghentikan praktik open dumping sampah di seluruh Indonesia. Target ini diumumkan di tengah perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap krisis sampah yang telah berlangsung puluhan tahun.

The Ministry of Mines and Energy reported 4.63 GW of installed capacity in solar and renewable projects through July. The Plan 6GW Plus target fell 1.37 GW short.

Dilaporkan oleh AI

The PM Surya Ghar: Muft Bijli Yojana has installed rooftop solar systems in 40 lakh households so far. The target of 75 lakh households by year-end faces potential delays due to shortages of locally made panels.

The Ministry of Water and Energy announced that a strategy is being prepared to make sustainable and reliable electricity accessible across the country. This was revealed during a workshop on the third phase of the National Electric Access Program.

Dilaporkan oleh AI

Kenya is in advanced discussions with Karpowership to deploy floating power plants and ease nationwide electricity shortages.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak