Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa krisis global yang sedang terjadi di mana-mana justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk bangkit lebih kuat. Ia menekankan bahwa negara yang kuat akan selamat sementara yang lemah akan menderita, sambil memuji pencapaian Badan Pengelola Investasi Danantara yang mencapai kenaikan return on asset 300 persen dalam setahun. Prabowo juga memperingatkan jajarannya agar tidak memberikan laporan palsu.
Pada acara tasyakuran HUT ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu 11 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya tentang krisis global. Ia menyebut dunia saat ini penuh ketidakpastian dengan krisis yang terjadi di mana-mana, tetapi hal itu merupakan ujian sekaligus batu loncatan bagi negara-negara untuk memperkuat diri.
"Saudara-saudara, ini semakin mendesak karena kita lihat dunia sekarang penuh ketidakpastian. Terjadi di mana-mana krisis. Tapi Saudara-saudara, krisis selalu menghasilkan peluang. Krisis adalah ujian. Krisis adalah batu loncatan," kata Prabowo.
Menurutnya, krisis ini adalah 'blessing in disguise' atau berkah tersembunyi. Indonesia, dengan kekayaan alam yang luar biasa, diyakini mampu keluar dari krisis lebih kuat. "Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini," tambahnya.
Prabowo juga membahas tantangan yang memaksa pemerintah mempercepat agenda strategis, seperti swasembada pangan yang sudah tercapai sebagian dan swasembada energi yang ditargetkan dalam empat tahun ke depan. "Memang penuh kesulitan, memang penuh tantangan. Tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," ujarnya.
Selain itu, Presiden memuji kinerja Danantara yang mencatat kenaikan return on asset (RoA) lebih dari 300 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. "Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik," katanya. Namun, ia menekankan pencapaian itu belum cukup dan memperingatkan agar tidak ada laporan palsu.
"Jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu. Laporan menyenangkan-nyenangkan. Laporan supaya bisa akal-akalan. Saya kasih peringatan keras ini," tegas Prabowo. Ia menargetkan RoA Danantara minimal 5 persen dari aset kelolaan US$1 triliun, yang berarti menghasilkan US$50 miliar atau sekitar Rp800 triliun per tahun. Hal ini, menurutnya, membuktikan pentingnya manajemen yang baik di bawah satu kendali.