Karakter publik BUMN dinilai tak boleh hilang pasca Danantara

Pembentukan Danantara dalam transformasi tata kelola BUMN dinilai membawa konsekuensi besar terhadap akuntabilitas publik. Ahli hukum menekankan bahwa karakter publik BUMN tetap harus dipertahankan meski orientasi korporatisasi semakin kuat. Pemerintah membela pengelolaan aset negara oleh BUMN baru tanpa mempersoalkan persaingan dengan swasta.

Transformasi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pembentukan Danantara dinilai membawa konsekuensi besar terhadap posisi hukum dan akuntabilitas publik BUMN. Direktur Kajian dan Riset Poskolegnas UIN Syarif Hidayatullah, Fathudin Kalimas, menyatakan hal ini dalam paparan hasil riset doktoralnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada Selasa, 10 Februari 2026.

"Pasca Danantara, semangat pengelolaan BUMN memang semakin korporatif. Namun secara konstitusional, karakter publik BUMN tetap tidak dapat dikesampingkan," kata Fathudin. Ia menekankan bahwa BUMN Persero berada dalam ruang unik, dituntut efisien dan menguntungkan sekaligus mengemban mandat pelayanan umum. "BUMN Persero tidak dapat dipahami semata-mata sebagai entitas dengan logika privat, tetapi juga memuat karakter publik yang melekat dan tidak dapat ditanggalkan," tambahnya.

Fathudin mengingatkan bahwa Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 48/PUU-XI/2013 telah menegaskan BUMN tidak bisa diperlakukan sepenuhnya sebagai entitas privat murni. Kajian terhadap putusan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) periode 2010-2025 menunjukkan beragam tafsir hakim tentang fungsi publik BUMN. "Masalah krusialnya bukan pada status badan hukum BUMN, tetapi pada fungsi dan sumber kewenangan yang dijalankan. Ketika pejabat BUMN menjalankan kewenangan publik, misalnya dalam konteks pelayanan publik atau penugasan PSO, maka keputusan tersebut secara normatif relevan untuk diuji di PTUN," ujar Fathudin.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pembentukan BUMN baru untuk mengelola lahan sitaan negara, seperti kebun sawit dan tambang, yang disita Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). "Ya salahnya di mana? Kan sama juga. Banyak kegiatan ekonomi yang kemudian, negara atau pemerintah yang diwakili oleh institusi-institusi, dalam hal ini misalnya BUMN kan juga masuk ke sektor-sektor swasta. Nggak, enggak ada masalah," katanya saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, pada hari yang sama.

Contohnya, PT Agrinas Palma Nusantara mengelola 1,7 hektare kebun sawit negara sejak 16 Januari 2026. Tambang Emas Martabe di Sumatera Utara, sebelumnya dikelola PT Agincourt Resources, akan diambil alih Perminas pernyataan COO Danantara Dony Oskaria pada 28 Januari 2026. Beberapa pihak mempersoalkan peralihan aset ini ke BUMN baru, tetapi Prasetyo menegaskan pemerintah mendukung baik swasta maupun BUMN tanpa pertentangan.

Artikel Terkait

President Prabowo Subianto addresses officials, portraying global crises as opportunities for Indonesia's rise, highlighting Danantara's 300% investment growth.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo views global crises as opportunities for Indonesia

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Subianto stated that the global crises occurring everywhere present opportunities for Indonesia to rise stronger. He emphasized that strong nations will survive while weak ones will suffer, while praising the Badan Pengelola Investasi Danantara's achievement of a 300 percent increase in return on assets in one year. Prabowo also warned his officials against submitting false reports.

Indonesia's Investment Management Agency Daya Anagata Nusantara (Danantara) is reportedly set to issue a second round of patriotic bonds, or patriot bonds, in the first half of 2026. The plan aims to raise up to Rp20 trillion to fuel domestic and foreign investments, though Danantara has not yet confirmed the reports.

Dilaporkan oleh AI

Leader of Indonesia's Komisi VI DPR, Nurdin Halid, praised PT ANTAM and other state mining firms for positive performance amid 2025 global commodity price pressures. He highlighted mining's strategic role in mineral downstreaming. During a hearing on March 31, 2026, Nurdin urged stronger gold governance via cooperatives.

Golkar DPP Secretary General M Sarmuji opened Muspinas III BMK 1957 in Jakarta on April 19, 2026, urging a review of work programs to align with current times. BMK 1957 General Chairman Kemas Ilham Akbar highlighted the key agenda to designate HR Agung Laksono as Father of Kosgoro 1957.

Dilaporkan oleh AI

Head of the National Nutrition Agency (BGN) Dadan Hindayana assured that the budget for the Free Nutritious Meals (MBG) program in the 2026 state budget remains Rp 335 trillion without cuts. The statement responds to Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa's efficiency plans following a Limited Coordination Meeting (Rakortas) at the Coordinating Ministry for Economic Affairs on March 16, 2026.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak