Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berencana berkantor di kawasan Kota Tua untuk memantau langsung proyek revitalisasi yang menjaga statusnya sebagai kawasan rendah emisi. Ia mengusulkan pembangunan trem di kawasan tersebut sebagai transportasi publik ramah lingkungan. Rencana ini disampaikan Rano di Balai Kota pada 9 April 2026.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi kawasan Kota Tua di Jakarta Barat sebagai upaya mengembalikan identitas sejarah dan budaya kota. Wakil Gubernur Rano Karno, selaku Ketua Tim Revitalisasi dan Penataan Kawasan Kota Tua, menyatakan keseriusan Pemprov dalam proyek ini. "Kami sudah membentuk pokja-pokja agar koordinasi antarlintas bisa segera cepat," ujarnya.
Rano siap pindah berkantor ke Kota Tua dalam waktu sekitar satu bulan untuk memastikan revitalisasi berjalan sesuai rencana. Kawasan ini akan tetap menjadi low emission zone (LEZ), yang dibatasi untuk pejalan kaki, pesepeda, transportasi umum, dan kendaraan berstiker rendah emisi. Kota Tua telah menjadi percontohan LEZ sejak 8 Februari 2021, diikuti Tebet Eco Park sejak 2023.
Rano mengusulkan transportasi publik rendah emisi berupa trem di dalam kawasan tersebut. "Ada satu format mungkin rencana kita akan membangun, mungkin bahasanya trem di dalam Kota Tua itu," katanya di Balai Kota, Kamis (9/4/2026). Ia menyebut trem dapat menurunkan emisi dan harus didesain bersama jalur MRT. Rano mengenang pernah naik trem dari Harmoni ke Pasar Baru saat berusia 8 tahun, mengingat Jakarta pernah memiliki transportasi trem di masa lalu.
Tujuan LEZ adalah meningkatkan kualitas udara Jakarta dengan mengurangi polusi dari kendaraan bermotor dan mendorong penggunaan transportasi publik.