Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengingatkan masyarakat soal potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) sebagai dampak El Nino pada semester kedua 2026. Peringatan itu disampaikan saat kegiatan kerja bakti serentak di Jakarta Barat pada Minggu (12/4).
Rano Karno menyatakan bahwa DBD menjadi penyakit pertama yang dihadapi jika El Nino terjadi. "Penyakit pertama yang akan kita hadapi, apabila El Nino terjadi, yaitu DBD. Kami akan menyikapi masa transisi pancaroba yang diperkirakan jauh lebih panjang dan Jakarta atau Indonesia jauh lebih panas," katanya di Jakarta pada Minggu.
Pemprov DKI Jakarta menggelar kerja bakti di delapan kecamatan Jakarta Barat, yaitu Kebon Jeruk, Cengkareng, Kalideres, Grogol Petamburan, Kembangan, Palmerah, Tambora, dan Taman Sari. Kegiatan fokus pada pengangkutan sampah terpilah, lumpur, normalisasi saluran, pembersihan kali, serta pembongkaran bangunan penutup saluran. Rano Karno menekankan, "Artinya, tumpukan seperti ini kalau tidak kita bersihkan, ini menjadi sarang nyamuk penyebab DBD dan sangat berbahaya untuk anak-anak."
Selain itu, dilakukan penebangan pohon, perbaikan jalur pedestrian, dan pengaturan kabel listrik. Ia berharap kegiatan ini menjadi gerakan rutin di seluruh Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, untuk meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 10 kecamatan dengan kasus DBD tertinggi sejak 2022-2025, seperti Cempaka Putih, Pasar Rebo, Mampang Prapatan, Kelapa Gading, dan Kembangan. Puncak kasus tahunan biasanya terjadi pada April akibat transisi musim, kenaikan suhu, dan curah hujan.