Kepala BGN bantah dua isu terkait program MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membantah isu bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan setelah Lebaran 2026 atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyangkal rumor bahwa orang tua siswa bisa dipidana jika mengunggah menu MBG di media sosial. Kedua klarifikasi ini disampaikan pada 3 Maret 2026 di Jakarta.

Pada 3 Maret 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi di Jakarta terkait dua isu yang beredar di platform digital mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Pertama, Dadan membantah informasi bahwa program MBG akan dihentikan setelah Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026. Ia menegaskan tidak ada kebijakan atau arahan resmi untuk menghentikan program tersebut. Sebaliknya, program akan berlanjut dan diperluas setelah Lebaran. "Program MBG akan tetap jalan setelah Idul Fitri. Tidak ada rencana penghentian seperti yang beredar," ujar Dadan dalam keterangannya.

BGN menargetkan peningkatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi 25.000 unit setelah Idul Fitri 1446 H, yang akan melayani lebih dari 61,2 juta penerima manfaat. Selain itu, penyajian menu akan kembali menggunakan bahan segar sesuai standar mutu gizi. "Kami kembali ke menu segar agar kualitas layanan semakin baik dan manfaat gizinya optimal bagi para penerima," tegas Dadan.

Kedua, Dadan menyangkal narasi bahwa BGN akan memidanakan masyarakat, termasuk orang tua siswa, berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jika mengunggah menu MBG di media sosial. Ia menyatakan tidak pernah menyampaikan ancaman semacam itu, baik secara pribadi maupun sebagai kebijakan lembaga. "Saya malah senang setiap orang memposting menu MBG di media sosial, karena itu bagian dari pengawasan bersama," katanya. Menurut Dadan, unggahan tersebut justru membantu monitoring kualitas layanan SPPG oleh BGN pusat. "Unggahan masyarakat memudahkan kami di BGN pusat untuk melihat kualitas layanan SPPG. Itu menjadi masukan langsung bagi kami untuk evaluasi," tambahnya.

Dadan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi tanpa sumber resmi, guna menghindari kesalahpahaman.

Artikel Terkait

President Prabowo Subianto instructing officials to improve the Free Nutritious Meals program within 30 days.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo gives BGN 30 days to fix MBG program governance

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Deputy Head of the National Nutrition Agency Trenggono said President Prabowo Subianto gave 30 days to improve the Free Nutritious Meals program.

Deputy Head of the National Nutrition Agency Agustina Arumsari announced a temporary halt to the Free Nutritious Meals program during school holidays. The move aims to audit all Nutrition Fulfillment Service Units.

Dilaporkan oleh AI

The National Nutrition Agency committed to making the Free Nutritious Meals program more transparent so the public can oversee SPPG kitchens.

Coordinating Minister for Food Zulkifli Hasan said results of the review into free nutritious meals program issues will be submitted to President Prabowo Subianto next month.

Dilaporkan oleh AI

The National Nutrition Agency reported the Free Nutritious Meals program has absorbed 1.28 million workers and involved 142,387 suppliers as of 22 May 2026.

The National Nutrition Agency carried out a reshuffle of its deputy ranks on Tuesday (21/7/2026) with new appointees named by President Prabowo Subianto.

Dilaporkan oleh AI

Former BGN deputy head Sony Sonjaya through his lawyer has asked BGN head Nanik S Deyang to be questioned as a witness in the alleged corruption case of the Free Nutritious Meals program.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak