Bulog perketat standar serap gabah sesuai inpres baru

Perum Bulog menerapkan aturan baru untuk menyerap gabah yang sudah siap panen, sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Pengawasan dilakukan sejak tahap panen di sentra produksi. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas beras pemerintah.

Di Karawang, Jawa Barat, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa gabah yang diserap harus sudah memasuki usia panen. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (23/4/2026), seiring penerapan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah serta beras hingga 2029.

"Di Inpres Nomor 4 Tahun 2026 ada penekanan bahwa gabah yang dipanen harus dalam kondisi siap panen, dalam arti sudah memasuki usia panen," kata Rizal.

Bulog melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa untuk mengawasi panen, mencegah pemanenan prematur. "Makanya kami libatkan PPL dan Babinsa di lapangan untuk memastikan gabah yang dipanen tidak masih hijau atau belum memasuki masa panen," ujarnya. Hasilnya, kualitas beras di gudang Bulog membaik.

"Sekarang sudah terlihat kondisinya bagus. Hasilnya juga baik," tambah Rizal. Selain itu, gudang Bulog penuh karena peningkatan produksi beras nasional. Pemerintah berencana bangun 100 gudang baru dengan teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk perpanjang daya simpan beras hingga dua tahun, kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Artikel Terkait

President Prabowo Subianto leads intense four-hour meeting with ministers and BUMN directors at Presidential Palace, focusing on efficiency, debt control, and food security.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo holds four-hour meeting with ministers and BUMN directors

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Subianto led a four-hour government work meeting at the Presidential Palace on April 8, 2026, involving ministers, echelon I officials, and BUMN directors. He stressed improving bureaucratic efficiency, reducing leaks, and committing to keep debt ratio below 40 percent of GDP and APBN deficit under 3 percent. The meeting also addressed protein self-sufficiency and food security.

Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman assured that government rice reserves managed by Perum Bulog remain stable at 4.5 million tons despite Middle East tensions. The statement came during a visit to Bulog Panaikang Warehouse in Makassar, South Sulawesi, on April 5, 2026. He emphasized that national food security is secure.

Dilaporkan oleh AI

The Department of Agriculture is intensifying market interventions as palay prices weaken in several major rice-producing provinces, with the main harvest season nearing completion. About 77 percent of the national harvest is already in. The National Food Authority is raising its buying price to counter the decline.

Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa urged the public not to panic amid uncertain global conditions, assuring that fiscal and state revenue positions remain safe. He highlighted a Rp 420 trillion Saldo Anggaran Lebih (SAL) as a layered defense. The decision to hold subsidized fuel (BBM) prices steady until the end of 2026 follows direct instructions from President Prabowo Subianto.

Dilaporkan oleh AI

Coordinating Minister for Economic Affairs Airlangga Hartarto confirmed that the export proceeds policy will take effect on June 1 2026 following a meeting with the President at Merdeka Palace.

Indonesia's Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa revealed that the Free Nutritious Meals (MBG) program generates tax revenue of 3-5% from its Rp335 trillion budget. The tax is deducted directly from disbursed funds. He emphasized job creation and economic stability as the program's key contributions.

Dilaporkan oleh AI

President Prabowo Subianto plans to increase budgets for law enforcement agencies including the KPK and Kejagung to strengthen oversight of the free nutritious meals program.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak