Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus memprioritaskan produk pangan lokal. Langkah ini bertujuan mendukung ekonomi masyarakat di daerah.
Dadan Hindayana menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi agar mengutamakan pasokan telur dan bahan pangan dari peternak serta pelaku usaha lokal. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan penggunaan produksi dalam negeri untuk kebutuhan telur dalam program tersebut.
Menurut Dadan, Badan Gizi Nasional tidak menetapkan menu nasional secara seragam. Sebaliknya, lembaga tersebut hanya menetapkan standar komposisi gizi dan menempatkan ahli gizi di setiap dapur untuk menyusun menu berdasarkan potensi pangan daerah.
Program ini dirancang untuk memenuhi seperempat hingga sepertiga kebutuhan gizi harian anak. Data RISED menunjukkan 81 persen keluarga rentan mendukung keberlanjutan program tersebut.