Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv membagikan 30.000 paket sembako di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat untuk meringankan beban masyarakat selama Ramadan. Ia juga mendorong pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tidak melonjak menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Rajiv berjanji memantau ketersediaan pangan di daerah pemilihannya.
Pada Kamis, 5 Maret 2026, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, membagikan 30.000 paket sembako kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pembagian ini dilakukan dalam rangka bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026, dengan didampingi Wakapolresta Bandung AKBP Putu Hendra Binangkari, khususnya di Kecamatan Ciparay.
"Saya akan berikan kenang-kenangan berupa paket sembako, mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban masyarakat di Kecamatan Ciparay. Semoga bermanfaat di tengah nuansa bulan Ramadan ini," ujar Rajiv dalam keterangannya.
Selain kegiatan sosial tersebut, Rajiv menyoroti tantangan stabilitas pangan menjelang Lebaran. Ia menyebutkan bahwa permintaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, dan telur biasanya meningkat selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
"Karena itu, saya mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait memastikan distribusi berjalan lancar agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat," katanya.
Sebagai anggota komisi yang membidangi pertanian, perikanan, dan pangan, Rajiv menyatakan akan terus memantau kondisi ketersediaan pangan di daerah pemilihannya. Ia berharap produksi pertanian lokal dapat mendukung kebutuhan masyarakat saat permintaan melonjak.
"Saya yang diberikan amanah oleh masyarakat di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, akan terus memantau kondisi ketersediaan pangan di sini. Saya akan serap aspirasi dari masyarakat untuk disampaikan di Jakarta (DPR RI)," tambahnya.
Dalam satu tahun menjabat, Rajiv telah menyalurkan berbagai program bantuan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), alat dan mesin pertanian (alsintan), kultivator, bibit, serta program bioflok perikanan. Ia mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar tidak menjualnya kembali, demi kemajuan pertanian di wilayah tersebut.
"Saya ingatkan kepada kelompok-kelompok tani yang dapat bantuan, tolong jangan pernah itu dijual lagi. Itu untuk masyarakat, untuk petani agar pertanian di Ciparay makin maju dan berkembang," tegas Rajiv.