Governor Dedi Mulyadi looks disappointed at ice cake seller Sudrajat's rainy season sales plan and changed story, amid aid gifts like cash and motorcycle.
Governor Dedi Mulyadi looks disappointed at ice cake seller Sudrajat's rainy season sales plan and changed story, amid aid gifts like cash and motorcycle.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pengakuan Sudrajat soal usaha bikin Dedi Mulyadi kecewa

Gambar dihasilkan oleh AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan Rp15 juta kepada Sudrajat, pedagang es kue jadul yang viral, termasuk modal usaha Rp5 juta. Namun, pengakuan Sudrajat yang tetap ingin berjualan es di musim hujan membuat Dedi kecewa. Selain itu, Sudrajat mengubah cerita pemukulannya dari polisi menjadi preman, dan ia menyatakan keinginan memiliki mobil meski sudah dibantu motor oleh Kapolres Depok.

Sudrajat, pedagang es kue jadul berusia 50 tahun yang menjadi viral setelah mengalami insiden kekerasan, menerima berbagai bantuan dari tokoh publik. Pada akhir pekan lalu, ia bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang memberikan bantuan tunai Rp15 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya kontrakan satu tahun sebesar Rp9,6 juta, melunasi utang warung dan sekolah anak Rp400 ribu, serta modal usaha Rp5 juta.

Dalam pertemuan itu, yang terekam di YouTube Dedi Mulyadi pada 31 Januari 2026, Dedi menanyakan kesiapan Sudrajat untuk kembali berjualan. "Babeh kapan akan mulai dagang?" tanya Dedi. Sudrajat menjawab, "Besok pak," dan mengonfirmasi memiliki pikulan di rumah.

Kepala RW hadir menyatakan Sudrajat tetap ingin menjual es kue jadul. Hal ini membuat Dedi kesal karena musim hujan saat ini tidak mendukung penjualan es. "Hujan gini jualan es nggak laku lah," kata Dedi. Sudrajat merasa tidak enak meninggalkan sesama pedagang es, meski sebelumnya ia menyatakan minat berjualan gorengan. Namun, ia mengaku tidak punya modal untuk beralih.

Selain itu, Sudrajat mengubah narasi insiden kekerasan. Sebelumnya, ia mengklaim dipukul anggota babinsa dan bhabinkamtibmas, tapi di hadapan Dedi, ia menyebut pelaku adalah preman di Kemayoran. "Diancurin. Terus dibuang di muka saya, muka saya ditonjok, digampar," cerita Sudrajat. Preman tersebut belum ditangkap polisi. Dedi tampak bingung dan mengonfirmasi ulang, "Yang tonjok siapa? Preman."

Sementara itu, pada 28 Januari 2026, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memberikan sepeda motor kepada Sudrajat. Dalam acara TV dengan Rian Ibram dan Dewi Perssik, Sudrajat mengaku sebenarnya menginginkan mobil. "Sebenernya pengen minta mobil," katanya. Ia berencana menggunakan mobil untuk jalan-jalan keluarga, dengan anaknya yang mengemudi, dan bersedia mencicil jika diberi.

Artikel Terkait

Courtroom scene of former regent Sudewo denying extortion charges in Semarang court
Gambar dihasilkan oleh AI

Former Pati Regent Sudewo Denies Rp2.49 Billion Extortion Charges at First Hearing

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Former Pati Regent Sudewo denied extortion charges against prospective village officials during his first hearing at the Semarang Corruption Court on Monday (15/6/2026). Prosecutors from the KPK accused Sudewo and three village heads of illegally collecting Rp2.49 billion.

West Java Governor Dedi Mulyadi has offered a Rp 250 million reward to anyone who locates or captures Taufik Hidayat, the suspect in the confinement and abuse of Yuvita Tri Rezeki in Bandung.

Dilaporkan oleh AI

Taufik Hidayat (30) was arrested by a joint team from West Java Regional Police on Tuesday night, 23 June 2026, in Griya Pesona housing complex, Ciparay, Bandung Regency.

Kortastipidkor Polri named former Jampidsus Febrie Adriansyah and Don Ritto as suspects on Saturday July 11 2026 in three alleged corruption and TPPU cases.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak