Investor kripto kaya raya, yang dulu dikenal suka pamer kekayaan mereka, kini memprioritaskan privasi sebagai respons terhadap upaya pemerasan yang ditargetkan yang disebut wrench attacks. Jurnalis Bloomberg Olivia Solon membahas perubahan ini dalam buletin Tech In Depth terbaru. Serangan ini semakin menargetkan pemegang kripto belakangan ini.
Fenomena wrench attacks merupakan ancaman yang semakin besar bagi jutawan kripto. Upaya pemerasan yang ditargetkan ini memanfaatkan visibilitas kekayaan kripto, mendorong pergeseran dari kemewahan menuju kerahasiaan. Seperti yang dirinci dalam buletin Tech In Depth Bloomberg, Olivia Solon menyoroti bagaimana tren ini menandai penyimpangan dari era sebelumnya di mana orang kaya baru kripto sering memamerkan kekayaan secara publik.
Wrench attacks melibatkan paksaan fisik atau digital yang ditujukan untuk mengekstrak dana dari investor profil tinggi. Buletin mencatat bahwa insiden semacam itu melonjak baru-baru ini, menargetkan mereka yang transaksi blockchain atau posting media sosialnya mengungkapkan kepemilikan besar. Hal ini mendorong banyak orang untuk mengadopsi langkah-langkah anonimitas yang lebih besar, termasuk membatasi informasi publik tentang aset mereka.
Meskipun buletin tidak menyebutkan jumlah korban atau metode tepat, ia menekankan implikasi yang lebih luas bagi komunitas kripto. Investor sedang mengevaluasi ulang cara mereka mengelola dan mengungkapkan kekayaan untuk mengurangi risiko dari ancaman canggih ini. Dorongan privasi ini mencerminkan tantangan yang berkembang di ruang kripto, di mana kekayaan cepat datang dengan kerentanan yang lebih tinggi.