Para pejabat yang terlibat dalam taman hiburan yang diusulkan Disney di Pulau Yas di Abu Dhabi telah menegaskan kembali bahwa proyek tersebut tetap dalam pengembangan meskipun konflik Timur Tengah sedang berlangsung. CEO Miral, Mohamed Abdalla Al Zaabi, mengungkapkan antusiasme atas kolaborasi dengan Disney, menggambarkan visi tersebut sebagai 'benar-benar luar biasa'. Ketua Disney Experiences, Josh D'Amaro, juga menyebutkan rencana tersebut dalam pertemuan pemegang saham baru-baru ini.
Pengumuman ini muncul karena ketidakstabilan regional, termasuk aktivitas militer dan pemogokan yang mempengaruhi daerah dekat Dubai, menimbulkan pertanyaan dalam komunitas taman hiburan tentang masa depan proyek tersebut. Pulau Yas telah muncul sebagai pusat hiburan utama, menjadi tuan rumah bagi atraksi-atraksi seperti Ferrari World, Warner Bros World, SeaWorld Abu Dhabi, dan Yas Waterworld. Perkembangan ini telah memposisikannya sebagai pesaing bagi destinasi utama seperti Orlando, dengan taman Disney yang dianggap sebagai batu penjuru yang potensial. Miral, perusahaan Abu Dhabi yang memimpin upaya ini, terus menekankan komitmennya terhadap proyek ini. CEO Mohamed Abdalla Al Zaabi baru-baru ini membagikan pesan publik yang menyoroti kolaborasi dengan pimpinan Disney. Sementara itu, komentar Josh D'Amaro selama rapat pemegang saham menunjukkan bahwa rencana masih terus berjalan. Reaksi penggemar beragam. Diskusi online mencerminkan kegembiraan tentang ekspansi tersebut di samping kekhawatiran akan keselamatan tamu dan stabilitas jangka panjang di wilayah yang menghadapi ketegangan geopolitik. Keluarga yang merencanakan kunjungan mengharapkan keamanan dan prediktabilitas dari pengalaman Disney, sehingga menimbulkan ketidakpastian yang biasanya tidak terkait dengan merek tersebut. Terlepas dari kekhawatiran ini, pesan dari Disney dan para mitranya tetap konsisten: proyek ini terus berjalan. Perkembangan ini terjadi dengan latar belakang konflik Timur Tengah yang lebih luas yang berdampak pada beberapa bagian UEA.