Disney siap meluncurkan video vertikal bentuk pendek di layanan streaming Disney Plus-nya akhir tahun ini, mengikuti kesuksesan fitur serupa di ESPN. Langkah ini bertujuan menarik audiens muda dengan konten potongan kecil. Pengumuman tersebut disampaikan selama Global Tech & Data Show perusahaan di CES 2026.
Ambisi streaming Disney meluas ke ranah video vertikal bentuk pendek, format yang dipopulerkan oleh platform seperti TikTok. Membangun atas sambutan positif terhadap 'Verts' ESPN yang diluncurkan pada paruh kedua tahun lalu, Disney Plus akan mengintegrasikan konten serupa mulai akhir tahun ini. Inisiatif ini bertujuan membentuk kebiasaan menonton harian di kalangan pengguna dengan menawarkan klip cepat dan menarik. Detailnya muncul di Global Tech & Data Show tahunan Disney, yang diadakan bersamaan dengan CES 2026. Di sana, eksekutif menguraikan peningkatan untuk platform streaming mereka, termasuk alat untuk mendukung mitra iklan. Erin Teague, wakil presiden eksekutif Disney untuk manajemen produk dan mantan eksekutif YouTube, menjelaskan dalam wawancara dengan Deadline. Dia menggambarkan video vertikal sebagai serbaguna, yang berpotensi mencakup short asli, klip media sosial, atau segmen yang didaur ulang dari perpustakaan luas acara TV dan film Disney. Teague menekankan tujuan menciptakan 'pengalaman potongan kecil' untuk menarik penonton kembali ke aplikasi secara rutin. ESPN, yang dimiliki Disney, memperkenalkan fitur video vertikal sebagai bagian dari pembaruan aplikasi tahun lalu, dan perusahaan melaporkan bahwa itu berhasil melibatkan audiens. Dalam pernyataan resminya, Disney menyatakan: 'Pengalaman tersebut akan berkembang seiring ekspansinya ke berita dan hiburan serta menyampaikan pengalaman yang lebih personal dan dinamis yang memperkuat Disney Plus sebagai tujuan harian wajib.' Perkembangan ini menegaskan strategi Disney untuk beradaptasi dengan preferensi penonton yang berkembang, terutama di kalangan demografi muda yang menyukai format vertikal ramah ponsel.