Puisi erotis kuliah Eric Swalwell muncul kembali secara online

Anggota Kongres Demokrat Eric Swalwell, yang mencalonkan diri sebagai gubernur California, menghadapi kegemparan atas puisi yang diduga erotis yang ditulisnya pada usia 19 tahun. Karya itu, berjudul 'Hungover From Burgundy', menggambarkan pertemuan penuh gairah dan telah beredar luas. Tim kampanyenya mengabaikannya dengan humor.

Wah sayang, tehnya lagi panas banget soal Anggota Kongres Eric Swalwell! 😏 Demokrat berusia 45 tahun dari California ini, yang sedang mengincar kursi gubernur menggantikan Gavin Newsom, tiba-tiba jadi sorotan gara-gara coretan kuliah yang panas. Waktu masih mahasiswa polos berusia 19 tahun di Universitas Campbell, Swalwell katanya nulis 'Hungover From Burgundy' buat majalah sastra sekolah, The Lyricist, menurut Daily Mail. Dan biar kukatakan, ini bukan haiku biasa—ini badai gairah, gigitan, dan sedikit darah yang bikin semua orang melirik curiga. 👀 Puisi itu gambarkan malam liar: 'And there beauty was Formless and magnificent— A flurry of limbs and nails. She chased and I ran, I chased and She ran.' Makin memuncak dengan pertemuan di atap hotel di mana dia gigit lengannya, ninggalin bekas luka 'beautiful', dan mereka ciuman 'till veins imploded and exploded, Till blood rolled down our chins.' Pagi harinya? Kurang glamor: 'I awoke beside beauty’s shadow— Her form sloppy and her legs pale. My scar lost, My lips cracked and dry. And we groaned simultaneously.' Kinky banget? Tim Swalwell nggak risau kok. Juru bicaranya bilang ke TMZ: 'Kalau kamu pikir puisi Eric umur 19 jelek, coba lihat diarynya waktu umur 12.' 😂 Klasik banget ngalihin! Teks lengkapnya lagi beredar online, tapi ingat, ini semua katanya dari masa mudanya—nggak ada yang konfirmasi ini jenius level Shakespeare. Apa ini amunisi kampanye paling berantakan, atau cuma kenangan seru dari masa lalu? Spill pendapatmu!

Artikel Terkait

Illustration of Rep. Eric Swalwell denying sexual misconduct allegations from four women at a press conference.
Gambar dihasilkan oleh AI

Eric Swalwell menghadapi tuduhan pelanggaran seksual dari empat wanita

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Seorang mantan staf menuduh anggota Kongres dari Partai Demokrat, Eric Swalwell, telah memperkosanya saat ia sedang mabuk, sebagaimana dilaporkan oleh San Francisco Chronicle pada hari Jumat. Tiga wanita lainnya mengungkapkan kepada CNN bahwa Swalwell melakukan pendekatan yang tidak diinginkan atau mengirimkan pesan seksual yang tidak diminta kepada mereka. Swalwell membantah semua tuduhan tersebut dan bersumpah akan membela diri secara hukum.

Anggota DPR Eric Swalwell (D-CA) secara resmi mengundurkan diri dari Kongres pada Selasa sore menyusul berbagai tuduhan pelanggaran seksual dan kekerasan dari beberapa wanita. Penuduh kelima, model Lonna Drewes, merinci klaim pemerkosaan tahun 2018 pada konferensi pers di Beverly Hills, dengan menyatakan bahwa anggota kongres tersebut membius minumannya, mencekiknya, dan melakukan kekerasan terhadapnya di sebuah hotel di West Hollywood. Swalwell membantah tuduhan serius tersebut namun meminta maaf atas kesalahan penilaian di masa lalu.

Dilaporkan oleh AI

Mantan anggota DPR Eric Swalwell (D-CA) dengan tegas membantah tuduhan kekerasan seksual dari lima wanita, termasuk dua klaim pemerkosaan, dan menyebutnya sebagai 'serangan politik', di tengah dimulainya penyelidikan di berbagai yurisdiksi menyusul pengunduran dirinya dari Kongres dan penarikan diri dari pemilihan gubernur California.

Menyusul pengumuman pengunduran dirinya pada hari Senin, anggota DPR Eric Swalwell (D-Calif.) resmi mundur pada hari Selasa, bersama dengan anggota DPR Tony Gonzales (R-Texas), setelah anggota DPR Anna Paulina Luna (R-Fla.) dan Teresa Leger Fernández (D-N.M.) mengeluarkan ultimatum yang mengancam pemungutan suara untuk pemecatan terkait tuduhan pelanggaran seksual terhadap keduanya.

Dilaporkan oleh AI

Kandidat Senat dari Partai Demokrat Maine, Graham Platner, kini berada di bawah sorotan tajam setelah laporan merinci pesan teks eksplisit yang dikirimnya kepada sejumlah wanita. Pengungkapan ini telah memicu perpecahan internal di Partai Demokrat menjelang pemilihan pendahuluan pada 9 Juni.

Investigasi New York Times yang diterbitkan pada 4 Juni mengutip tiga mantan pacar kandidat Senat Demokrat dari Maine, Graham Platner, yang menggambarkan hubungan yang tidak stabil dan menuduhnya berbohong tentang makna tato Nazi miliknya.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak