Komisi Eropa konfirmasi serangan siber pada infrastruktur Europa.eu

Komisi Eropa telah mengungkapkan adanya serangan siber yang berdampak pada infrastruktur cloud mereka yang menampung situs-situs Europa.eu. Pihak berwenang menyatakan bahwa data telah dicuri dari situs tersebut, dan insiden telah berhasil ditangani sementara penyelidikan terus berlanjut. Bleeping Computer melaporkan bahwa peretas mengakses lebih dari 350GB data, termasuk informasi karyawan.

Komisi Eropa mengumumkan pada 27 Maret bahwa mereka mengalami serangan siber yang menargetkan infrastruktur cloud di balik kehadiran web mereka di platform Europa.eu. 'Temuan awal dari penyelidikan kami yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa data telah diambil dari situs-situs [Europa],' ungkap Komisi tersebut dalam sebuah pernyataan. Organisasi ini tengah memberi tahu entitas Uni Eropa yang terdampak dan telah menahan pelanggaran tersebut, meskipun perincian mengenai metode akses belum diungkapkan sembari menunggu tinjauan lebih lanjut. Bleeping Computer melaporkan bahwa aktor ancaman mendapatkan akses ke situs-situs Europa dan data karyawan melalui salah satu akun Amazon Web Services milik Komisi, dengan mengambil sekitar 350GB informasi sebelum upaya mitigasi dilakukan. Insiden ini menyusul pelanggaran serupa yang diungkapkan pada Februari yang juga berdampak pada data karyawan. Pejabat Komisi menggambarkan kedua peristiwa tersebut tidak separah peretasan Salt Typhoon 2024 terhadap perusahaan telekomunikasi AS, yang membahayakan data dari kampanye politik dan pejabat pemerintah. Sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman, Komisi Eropa meluncurkan Paket Keamanan Siber baru pada Januari 2026, yang mencakup langkah-langkah bagi negara-negara UE untuk menangani risiko dari rantai pasokan telekomunikasi. Penyelidikan saat ini terus berlanjut tanpa perincian publik lebih lanjut mengenai pelaku atau cakupan pasti dari informasi yang dikompromikan.

Artikel Terkait

Police officers raiding Coupang headquarters in Seoul amid data breach investigation.
Gambar dihasilkan oleh AI

Police raid Coupang headquarters over data breach

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Police raided the headquarters of e-commerce giant Coupang on Tuesday to seize evidence related to a massive data breach affecting 33.7 million customers. The Seoul Metropolitan Police Agency's cyber investigation team conducted the search in southern Seoul. Officials aim to determine the leak's cause, route, and perpetrator using the secured digital evidence.

The EU Commission has presented a revised cybersecurity law to better fend off attacks and reduce dependencies on high-risk third countries. In particular focus: Chinese companies like Huawei and ZTE, which are to be effectively excluded from 5G rollout. This follows a recent hacker attack on the Eurail platform.

Dilaporkan oleh AI

The German Bundestag's computer network experienced a widespread outage on the afternoon, but it was not due to a hacker attack. The cause was an overload between the administration's two data centers. Speculation about a Russian assault linked to Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy's visit has been dismissed.

A hacker group called ByteToBreach has leaked sensitive information from a government IT system on the darknet. The leak includes source code, passwords, and personal data from a platform managed by IT consultant CGI Sweden. Authorities like Cert-SE confirm they are aware of the reports but decline to comment.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

The European Commission has imposed a fine of €120 million (about $140 million) on X for breaching transparency rules under the Digital Services Act, citing deceptive use of blue checkmarks, ad transparency failures and limits on researcher access to data. Elon Musk, who bought the platform in 2022, has framed the move as an attack on free speech while pointing to a surge in downloads across Europe.

Tahun 2025 menyaksikan serangkaian insiden keamanan siber yang parah, mulai dari pelanggaran data universitas hingga gangguan rantai pasok. Di tengah pergeseran geopolitik di bawah Presiden Donald Trump, serangan ransomware dan serangan yang disponsori negara menjadi ancaman rutin. Peristiwa-peristiwa ini menyoroti kerentanan yang persisten di infrastruktur digital.

Dilaporkan oleh AI

Amerika Serikat memperingatkan pembatasan terhadap penyedia layanan utama Uni Eropa sebagai pembalasan atas regulasi teknologi UE yang menargetkan perusahaan Amerika. Eskalasi ini menyusul denda 140 juta dolar yang dikenakan pada X milik Elon Musk berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital UE, yang menuai kritik tajam dari pemerintahan Trump. Pejabat Eropa menegaskan bahwa aturan mereka memastikan persaingan yang adil bagi semua bisnis.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak