Sebuah serangan siber menargetkan Vivaticket, sistem tiket yang digunakan oleh museum-museum besar seperti Louvre dan Galeri Uffizi. Kelompok peretas RansomHouse telah mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pihak Galeri Uffizi mengonfirmasi serangan itu namun menyatakan bahwa pada akhirnya tidak ada data yang dicuri.
Lembaga-lembaga budaya besar menghadapi gangguan akibat serangan siber pada Vivaticket, platform penjualan tiket yang mereka gunakan. Louvre dan museum-museum ternama lainnya terdampak, sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh TechRadar pada 6 April 2026. Kelompok peretas RansomHouse secara terbuka mengeklaim bertanggung jawab atas peretasan tersebut, yang terjadi cukup baru sehingga memengaruhi operasional kemarin. Galeri Uffizi mengonfirmasi bahwa mereka terkena serangan siber tersebut pada 6 April. Pihak berwenang di sana menyatakan bahwa data sempat diambil selama insiden berlangsung, namun berhasil dipulihkan dari cadangan data. Mereka menekankan bahwa pada akhirnya tidak ada yang dicuri, sehingga meminimalkan dampak jangka panjang. Serangan ini menyoroti kerentanan dalam infrastruktur tiket bersama untuk museum-museum utama di Eropa. Baik Vivaticket maupun institusi yang terdampak belum merilis rincian lebih lanjut mengenai tingkat gangguan atau tuntutan tebusan hingga 7 April.