Serangan siber terhadap Vivaticket ganggu museum-museum ternama termasuk Louvre

Sebuah serangan siber menargetkan Vivaticket, sistem tiket yang digunakan oleh museum-museum besar seperti Louvre dan Galeri Uffizi. Kelompok peretas RansomHouse telah mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pihak Galeri Uffizi mengonfirmasi serangan itu namun menyatakan bahwa pada akhirnya tidak ada data yang dicuri.

Lembaga-lembaga budaya besar menghadapi gangguan akibat serangan siber pada Vivaticket, platform penjualan tiket yang mereka gunakan. Louvre dan museum-museum ternama lainnya terdampak, sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh TechRadar pada 6 April 2026. Kelompok peretas RansomHouse secara terbuka mengeklaim bertanggung jawab atas peretasan tersebut, yang terjadi cukup baru sehingga memengaruhi operasional kemarin. Galeri Uffizi mengonfirmasi bahwa mereka terkena serangan siber tersebut pada 6 April. Pihak berwenang di sana menyatakan bahwa data sempat diambil selama insiden berlangsung, namun berhasil dipulihkan dari cadangan data. Mereka menekankan bahwa pada akhirnya tidak ada yang dicuri, sehingga meminimalkan dampak jangka panjang. Serangan ini menyoroti kerentanan dalam infrastruktur tiket bersama untuk museum-museum utama di Eropa. Baik Vivaticket maupun institusi yang terdampak belum merilis rincian lebih lanjut mengenai tingkat gangguan atau tuntutan tebusan hingga 7 April.

Artikel Terkait

A ransomware attack hit the Canvas learning platform on Thursday, forcing schools and colleges across the US to postpone or reschedule final exams. The disruption came just as students prepared for year-end testing.

Dilaporkan oleh AI

Tourism group Belambra announced on Saturday that it had been hit by a security incident exposing client reservation data, including that of many minors. The attack follows closely on a similar leak at rival Pierre and Vacances-Center Parcs.

The operator of Hong Kong's Ngong Ping 360 cable car attraction detected irregularities in its internal network on Thursday and alerted police and the Office of the Privacy Commissioner for Personal Data. An investigation confirmed that certain data had been stolen, with the company facing a ransom demand. The firm has apologised to guests, employees, and stakeholders for the incident.

Dilaporkan oleh AI

An inmate from Nanterre prison escaped on Friday afternoon during an organized outing to the Louvre museum in Paris. Accompanied by two other prisoners and supervised by agents, he fled at Auber station upon exiting the RER A line. Authorities issued a general alert to locate him.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak