Geng ransomware NightSpire mengklaim pelanggaran data Hyatt

Kelompok ransomware yang dikenal sebagai NightSpire mengklaim bertanggung jawab atas peretasan sistem Hyatt dan pencurian data. Kelompok tersebut menyatakan telah memperoleh hampir 50 GB file dari rantai hotel tersebut, yang direncanakan untuk dijual. Insiden ini menyoroti ancaman keamanan siber yang berkelanjutan terhadap sektor perhotelan.

Geng ransomware NightSpire mengumumkan pada 20 Januari 2026 bahwa mereka telah menyusup ke sistem komputer Hyatt dan mengekstrak informasi sensitif. Menurut pernyataan kelompok tersebut, pelanggaran tersebut mengakibatkan pencurian hampir 50 GB data, yang kini ditawarkan NightSpire untuk dijual di forum bawah tanah. Hyatt, perusahaan perhotelan global besar, belum mengeluarkan respons resmi terhadap klaim tersebut hingga tanggal publikasi. Serangan ransomware semacam itu sering kali melibatkan tuntutan pembayaran untuk mencegah kebocoran data, meskipun tuntutan spesifik NightSpire masih tidak jelas dari detail yang tersedia. Peristiwa ini menggarisbawahi kerentanan berkelanjutan perusahaan besar terhadap ancaman siber, terutama di industri yang menangani data pelanggan. Insiden sebelumnya di sektor perhotelan telah menyebabkan gangguan signifikan dan kerugian finansial, yang mendorong peningkatan investasi dalam langkah-langkah keamanan siber. Para ahli mencatat bahwa verifikasi klaim semacam itu sangat penting, karena beberapa kelompok melebih-lebihkan pelanggaran untuk ketenaran. Namun, volume data yang disebutkan menunjukkan kompromi yang berpotensi serius jika dikonfirmasi.

Artikel Terkait

Nintendo has confirmed that data was stolen during a cyberattack involving a third party. The company noted that no significant secrets were revealed in the breach. A group identifying itself as Shadowbyt3$ is demanding $2 million for the stolen data.

Dilaporkan oleh AI

As the April 14 ransom deadline approaches, ShinyHunters has reiterated threats to release breached Rockstar Games data obtained via third-party Anodot, following the studio's confirmation of limited non-material access with no player impact. This updates coverage of the initial breach claim reported earlier this week.

Executives at West Pharmaceutical Services revealed details of a recent cybersecurity breach during a fireside chat at the Bank of America Global Healthcare Conference. The company issued an 8-K filing the previous evening after detecting an intruder in its systems. Officials described shutting down global operations to assess the situation.

Dilaporkan oleh AI

Inditex, the textile group behind Zara, disclosed on Wednesday night an unauthorized access to internal databases hosted on a third-party provider's servers. The company states no customer personal data, such as names, phones or credit cards, was compromised. Operations remain fully unaffected.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak