ExpressVPN mengungkap 3,7 juta item data chatbot AI yang bocor

ExpressVPN telah menemukan 3,7 juta item data yang bocor dari sebuah chatbot AI. Informasi yang bocor mencakup pesan suara dan teks serta rekaman audio pribadi hingga empat jam. Temuan ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya enkripsi.

ExpressVPN baru-baru ini menemukan 3,7 juta item data yang bocor yang berasal dari chatbot AI. Menurut laporan tersebut, poin data mencakup pesan suara, pesan teks, dan rekaman audio pribadi yang dapat bertahan hingga empat jam. Penemuan ini menyoroti potensi kerentanan dalam sistem chatbot AI di mana informasi pengguna yang sensitif disimpan atau ditransmisikan tanpa perlindungan yang memadai. Insiden ini menggarisbawahi peran penting enkripsi dalam melindungi data tersebut dari akses yang tidak sah dan kebocoran. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang chatbot AI tertentu yang terlibat atau keadaan kebocoran yang diberikan dalam informasi yang tersedia.

Artikel Terkait

Illustrative graphic of ExpressVPN's new cybersecurity suite featuring password manager, masked email, identity monitoring, and encrypted AI apps on a laptop screen.
Gambar dihasilkan oleh AI

ExpressVPN meluncurkan empat aplikasi keamanan mandiri baru

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

ExpressVPN telah memperkenalkan suite keamanan siber baru yang menampilkan empat aplikasi mandiri yang dirancang untuk meningkatkan privasi dan keamanan pengguna. Suite ini mencakup pengelola kata sandi, layanan email tersamar, alat pemantauan identitas, dan platform AI terenkripsi, semuanya terintegrasi ke dalam paket langganan yang ada. Dua aplikasi tersedia segera, sementara yang lain akan diluncurkan segera.

Pemindaian baru-baru ini terhadap jutaan aplikasi Android mengungkap kebocoran data signifikan dari perangkat lunak AI, melebihi ekspektasi dalam skala. Rahasia hardcoded masih ada di sebagian besar aplikasi AI Android saat ini. Temuan ini menyoroti risiko privasi berkelanjutan di teknologi seluler.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti telah mengidentifikasi tiga kerentanan berisiko tinggi di Claude.ai. Hal ini memungkinkan rantai serangan ujung ke ujung yang mengeksfiltrasi informasi sensitif tanpa sepengetahuan pengguna. Iklan Google yang sah dapat memicu eksfiltrasi data.

Para penjahat telah mendistribusikan ekstensi AI palsu di Google Chrome Web Store untuk menargetkan lebih dari 300.000 pengguna. Alat-alat ini bertujuan mencuri email, data pribadi, dan informasi lainnya. Masalah ini menyoroti upaya berkelanjutan untuk mendorong perangkat lunak pengawasan melalui saluran resmi.

Dilaporkan oleh AI

Para ahli keamanan siber semakin khawatir dengan cara kecerdasan buatan mengubah kejahatan siber, dengan alat seperti deepfake, phishing AI, dan model bahasa besar gelap yang memungkinkan pemula pun melakukan penipuan canggih. Perkembangan ini menimbulkan risiko besar bagi bisnis tahun depan. Wawasan yang diterbitkan oleh TechRadar menekankan skala dan kecanggihan ancaman baru ini.

Pelanggaran data besar-besaran di China dilaporkan membocorkan 8,7 miliar catatan setelah basis data raksasa dibiarkan tidak terkunci di internet. Insiden ini, yang dirinci dalam laporan terbaru, menyoroti kerentanan dalam praktik keamanan data. Pihak berwenang belum mengonfirmasi luas paparan penuh.

Dilaporkan oleh AI

OpenAI berencana untuk memperkenalkan 'Mode Dewasa' untuk ChatGPT yang memungkinkan pengiriman pesan seks. Pakar interaksi manusia-AI, Julie Carpenter, memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan mimpi buruk privasi. Dia mengaitkan antropomorfisasi pengguna terhadap chatbot dengan desain alat tersebut.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak