Febri Haryadi resmi bergabung Persis Solo hindari degradasi

Persis Solo resmi merekrut Febri Haryadi dari Persib Bandung untuk putaran kedua BRI Super League 2025/26. Pemain sayap berusia 29 tahun ini membawa misi membantu tim keluar dari zona degradasi. Pengumuman dilakukan pada 16 Februari 2026.

Pengumuman perekrutan Febri Haryadi oleh Persis Solo dilakukan pada Senin, 16 Februari 2026, menyelesaikan ketidakpastian masa depannya. Sebelumnya, Febri dikenal sebagai ikon Persib Bandung selama hampir satu dekade, dengan 165 penampilan, 20 gol, dan 20 assist. Ia turut berkontribusi meraih gelar juara Liga Indonesia pada musim 2023/24 dan 2024/25.

Kehadiran Febri diharapkan meningkatkan serangan Persis Solo, yang sedang berjuang di papan bawah klasemen. Pemain timnas ini menyatakan antusiasmenya bergabung. "Tentunya sangat senang dan semoga saya bisa membantu tim ini dengan baik. Dan ini sebuah tantangan bagi saya, mudah-mudahan saya bisa membantu tim ini dengan baik dan maksimal," ujar Febri dalam keterangan resminya.

Febri menekankan pentingnya kekompakan tim. "Kita harus sama-sama kerja keras demi raih hasil yang maksimal. Dan kita juga punya tujuan yaitu lolos dari zona degradasi. Semoga kita semua satu suara, satu keinginan dan satu tujuan untuk menyelamatkan tim ini dari zona degradasi," tambahnya. Ia juga meminta dukungan suporter di Stadion Manahan untuk menjadi energi tambahan.

Ujian pertama Febri bersama Persis dijadwalkan pada pekan ke-22, saat menjamu PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Artikel Terkait

Persib Bandung team huddling before crucial Liga Super title race match against Semen Padang at Stadion Haji Agus Salim.
Gambar dihasilkan oleh AI

Persib Bandung unggul di puncak klasemen jelang lawan Semen Padang

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Persib Bandung memimpin klasemen Liga Super 2025/2026 dengan 58 poin dari 25 laga, unggul empat poin dari Borneo FC dan enam poin dari Persija Jakarta. Tim Maung Bandung bersiap menghadapi Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada 5 April 2026. Pemain dan pelatih menekankan fokus serta kewaspadaan menghadapi lawan yang sedang berjuang lepas dari zona degradasi.

Persib Bandung tetap di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 61 poin dari 26 laga, tapi Borneo FC dan Persija Jakarta menempel ketat. Borneo FC menang 5-1 atas PSBS Biak, sementara Persija mengalahkan Persebaya 3-0. Persaingan gelar semakin terbuka dengan selisih poin tipis.

Dilaporkan oleh AI

Persib Bandung bisa mengunci gelar Super League 2025-2026 saat bertandang ke markas Persija Jakarta pada pekan ke-32, 10 Mei 2026. Tim asuhan Bojan Hodak memimpin klasemen dengan 61 poin, unggul empat poin atas Borneo FC. Kemenangan atas Persija akan memastikan gelar jika selisih poin minimal empat dipertahankan.

Persib Bandung mengalahkan Bali United 3-2 pada pekan ke-27 Liga 1 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 12 April 2026, meskipun bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-64. Kemenangan ini membuat Persib kokoh di puncak klasemen dengan 64 poin, unggul empat angka atas Borneo FC. Pelatih Bojan Hodak memuji mental juara timnya.

Dilaporkan oleh AI

Persib Bandung mengalahkan Semen Padang 2-0 pada pekan ke-26 Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Minggu 5 April 2026. Dua gol dicetak Ramon Tanque, sementara pelatih Bojan Hodak mengakui timnya kesulitan di 30 menit pertama akibat tekanan tuan rumah dan cuaca panas lembap. Kemenangan ini membuat Persib mengumpulkan 61 poin dan tetap memimpin klasemen, unggul empat poin dari Borneo FC.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, diusulkan diabadikan dengan patung atas kontribusinya membawa tim meraih dua gelar Liga 1 beruntun. Pengamat sepak bola Ibam Hariri menyatakan bahwa Hodak layak mendapat penghargaan tersebut setelah mengakhiri puasa juara panjang Maung Bandung. Usulan ini muncul di tengah Persib yang sedang bersaing di babak 16 besar AFC Champions League Two.

Dilaporkan oleh AI

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyatakan prihatin atas maraknya kasus rasisme terhadap pemain di Super League, termasuk setelah laga Persebaya vs Persib pada 2 Maret 2026. Ia juga mengingatkan suporter Persijap dan Persis untuk tidak melupakan Tragedi Kanjuruhan usai kericuhan di Jepara pada 5 Maret 2026. PSSI mempertimbangkan mempertahankan larangan suporter tandang musim depan akibat perilaku anarkis yang berlanjut.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak