Banjir bandang kembali terjang Aceh Tengah, dua jembatan darurat ambruk

Kabupaten Aceh Tengah kembali dilanda banjir bandang akibat hujan deras sejak sore, menyebabkan dua jembatan darurat ambruk dan sejumlah desa terisolasi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan sejauh ini. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) telah mengerahkan tim untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa Kabupaten Aceh Tengah dilanda banjir bandang pada Senin malam akibat hujan deras sejak sore. "Hujan deras sejak sore mengakibatkan banjir bandang di Aceh Tengah," kata Kepala BPBA, Bahron Bakti, dalam laporannya dari Banda Aceh.

Dua jembatan darurat yang dibangun pasca-bencana hidrometeorologi akhir November 2025 ambruk. Jembatan tersebut berada di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, dan Desa Terang Engon, Kecamatan Silih Nara. Akibatnya, empat desa di Kecamatan Ketol terisolasi, sementara satu desa di Kecamatan Silih Nara terisolir karena jembatannya miring dan terbawa arus.

Tidak ada korban jiwa atau pengungsi dari banjir bandang susulan ini. BPBD Aceh Tengah mengerahkan dua unit alat berat ke lokasi. "Saat ini hujan masih turun dan arus air masih sangat deras. BPBD menerjunkan petugas TRC PB guna mengantisipasi kemungkinan hal-hal buruk terjadi," tambah Bahron Bakti.

Artikel Terkait

Flooded Jakarta street with chest-high water; residents and rescuers evacuate amid heavy rain.
Gambar dihasilkan oleh AI

Heavy rains cause floods in dozens of RTs in Jakarta

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Heavy rains pounding Jakarta and surrounding areas since Saturday night until Sunday morning, March 8, 2026, have caused flooding in 75 RTs and 19 roads in West, South, and East Jakarta. Water levels reached up to 1.7 meters in some spots, forcing residents to evacuate and disrupting road access. The DKI Jakarta BPBD has deployed personnel for evacuations and flood mitigation.

DKI Jakarta's Disaster Mitigation Agency (BPBD) recorded flooding in 55 neighborhoods (RT) across South and West Jakarta due to heavy rain on Monday, May 4, 2026. Three roads were inundated with water levels of 30-120 cm amid rising levels at key monitoring posts reaching Alert 3 status. BPBD deployed personnel for monitoring, pumping, and coordination with other agencies.

Dilaporkan oleh AI

Interior Minister Tito Karnavian confirmed five villages in Aceh and North Sumatra have disappeared due to flash floods and landslides. The villages will be removed from government administration, with residents relocated. Nearly all disaster refugees in Sumatra are no longer in tents.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak