Victoria Johnson menghadapi dakwaan setelah diduga menabrak dua anak laki-laki yang menyeberang jalan dekat Gereja Faith Baptist di Winter Haven, Florida, menewaskan anak berusia 8 tahun dan melukai anak berusia 10 tahun. Insiden itu terjadi pada 11 Maret 2026 selama kegiatan gereja. Ia dikabarkan mencoba membuang kendaraannya setelahnya.
Pada 11 Maret 2026, tak lama sebelum pukul 20.30, dua anak laki-laki berusia 8 dan 10 tahun sedang menyeberang Crystal Beach Road dekat Gereja Faith Baptist di Winter Haven, Florida, setelah program gereja malam Rabu. Mereka menunggu sebuah truk lewat sebelum memasuki jalan raya, di mana sebuah SUV yang bergerak ke utara menabrak mereka. Anak berusia 8 tahun meninggal di tempat kejadian, sementara anak berusia 10 tahun mengalami patah lengan, patah tulang femur, dan fraktur tengkorak terbuka. Ia dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis namun stabil, menurut laporan Kantor Sheriff Kabupaten Polk. Pihak berwenang belum merilis nama korban demi menghormati keluarga mereka. Gereja Faith Baptist memposting di Facebook: 'Keluarga gereja kami sedang berduka cita atas kecelakaan tabrak lari tragis... Satu anak terluka fatal, dan satu lagi masih dalam kondisi kritis. Hati kami hancur untuk keluarga-keluarga ini.' Gereja tersebut bekerja sama dengan penyidik dan meminta privasi bagi yang terdampak. Keesokan harinya, Victoria Johnson berusia 30 tahun menghubungi deputies untuk melaporkan Hyundai Santa Fe 2009 miliknya dicuri, mengklaim telah meminjamkannya kepada teman. Ia kemudian mengakui mengemudikannya malam itu dekat gereja, mengatakan pikir mungkin menabrak seseorang tapi tidak ingat. Johnson, yang kehilangan SIM karena DUI sebelumnya, menyatakan telah mengemudi lebih dari 20 menit dan merupakan pengguna metamfetamin rutin, termasuk malam itu. Saat ditanya lokasi kendaraan, ia menjawab, 'Mungkin sudah di dasar danau sekarang.' Deputies kemudian menemukan SUV rusak yang menunjukkan tanda-tanda konsisten dengan tabrakan pejalan kaki, termasuk bagian hilang dan kemungkinan materi biologis. Seorang pria yang mengemudikannya ditangkap karena melawan penahanan tanpa kekerasan. Johnson menghadapi dakwaan meninggalkan TKP kecelakaan dengan kematian dan cedera serius, pengacauan bukti, serta mengemudi tanpa SIM yang menyebabkan kematian. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 14 April.