Seorang pria asal Ohio telah dijatuhi hukuman 20 tahun penjara setelah menyatakan tidak menyanggah tuduhan pembunuhan akibat berkendara di bawah pengaruh alkohol (DUI) dalam kecelakaan yang menewaskan pasangan lansia di Sarasota County, Florida. Fred Donaldson, 48, memiliki kadar alkohol dalam darah dua kali lipat dari batas legal ketika ia menabrak kendaraan David dan Katherine Henson hingga keluar dari Interstate 75 pada 14 Desember. Pasangan Henson, yang keduanya berusia 60-an tahun, meninggal di tempat kejadian setelah kendaraan mereka menabrak pohon.
Fred Donaldson menyatakan tidak menyanggah dua dakwaan pembunuhan akibat DUI sebelum seorang hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara pada hari Selasa. Kecelakaan itu terjadi sesaat sebelum pukul 4 sore di Interstate 75 di Sarasota County, di mana Donaldson mengemudi dengan kecepatan tinggi dan melaju secara zig-zag di tengah lalu lintas. Video dari WFLA menunjukkan kendaraannya menabrak sisi penumpang mobil keluarga Henson, memaksa mereka keluar dari jalan raya hingga menabrak pohon. Petugas medis menyatakan David Henson yang berusia 69 tahun dan Katherine Henson yang berusia 64 tahun tewas di tempat. Pasukan Patroli Jalan Raya Florida melaporkan bahwa Donaldson tercium bau alkohol dan kadar alkohol dalam darahnya tercatat 0,18, lebih dari dua kali lipat batas legal yaitu 0,08. Ia tetap berada di lokasi kejadian dan bertanya kepada petugas apakah pasangan tersebut baik-baik saja. Saat diminta untuk melakukan tes ketenangan di lapangan, Donaldson berkata, 'Saya mungkin bisa melakukan tesnya, tapi itu tidak berarti saya benar.' Ia kemudian menambahkan, 'Saya kacau, saya rasa saya tidak perlu menawarkan apa pun. Tidak peduli seberapa mabuk saya, saya benar-benar kacau.' Pasangan dari Pensacola itu baru saja kembali dari perjalanan pesiar. Pernyataan dampak korban menggambarkan Katherine sebagai seorang perawat dan David sebagai pengusaha restoran, yang telah menikah selama hampir 40 tahun. 'Kathy dan Dave menjalani hidup mereka dengan filosofi sederhana namun kuat: Keluarga adalah yang utama,' bunyi pernyataan tersebut. 'Pengemudi yang memilih untuk berada di balik kemudi hari itu tidak hanya merenggut dua nyawa. Ia telah menghancurkan sebuah keluarga.'