Seorang pengemudi berusia 19 tahun di Aurora, Colorado, telah mengaku bersalah atas dakwaan terkait kecelakaan mobil fatal tahun lalu yang menewaskan seorang ibu dan putri remajanya. Olvin Lidenis Carcamo-Meza mengakui kesalahannya setelah pihak berwenang menyatakan ia menerobos lampu merah dengan kecepatan 121 mph di zona 40 mph. Ia terancam hukuman hingga 40 tahun penjara pada sidang vonis 1 Juni mendatang.
Pada 20 Juli 2025, sekitar pukul 02.45 pagi, Olvin Lidenis Carcamo-Meza mengendarai sebuah sedan Audi hitam di South Airport Boulevard dekat East Alameda Avenue di Aurora, sebelah timur Denver. Departemen Kepolisian Aurora menyatakan bahwa ia gagal berhenti di lampu merah, lalu menabrak sedan Hyundai putih yang membawa Maira Zapata Ramirez (37 tahun) dan putrinya (16 tahun), yang sedang dalam perjalanan pulang setelah bekerja mengantar koran. Sebuah sedan Toyota yang sedang menunggu di jalur belok juga tertabrak, pengemudinya mengalami luka ringan, sementara para korban di dalam Hyundai dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Carcamo-Meza mengalami cedera serius namun tidak mengancam jiwa dan sempat dirawat di rumah sakit sebelum ditangkap beberapa hari kemudian setelah diperbolehkan pulang. Pihak berwenang menetapkan bahwa ia melaju dengan kecepatan 121 mph di zona 40 mph, tanpa bukti keterlibatan narkoba atau alkohol, menurut The Denver Post. Carcamo-Meza, yang awalnya menghadapi dakwaan pembunuhan kendaraan dan pelecehan anak yang mengakibatkan kematian, mengaku bersalah atas dua dakwaan penyerangan tingkat pertama dengan pemberatan tindak kekerasan. Kesepakatan pengakuan bersalah ini membatalkan dakwaan pembunuhan dan pelecehan anak. Ia dijadwalkan untuk menjalani sidang vonis pada 1 Juni dan dapat menerima hukuman hingga 40 tahun penjara.