Pengemudi di Las Vegas divonis penjara akibat kecelakaan saat mabuk

Seorang pria berusia 28 tahun asal Las Vegas dijatuhi hukuman 16 hingga 40 tahun penjara atas kecelakaan pada September 2025 yang disebabkan oleh menyetir di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan. Insiden tersebut melukai seorang wanita hamil dan putranya yang masih kecil, serta menyebabkan kematian bayi yang belum lahir.

Maximiliano Chavez mengaku bersalah pada bulan Februari atas dua tuduhan mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI) yang mengakibatkan cedera tubuh serius dan satu tuduhan mengemudi secara ugal-ugalan. Ia memiliki catatan penangkapan terkait DUI sebelumnya pada tahun 2017 dan 2021. Sidang vonis berlangsung Kamis lalu di pengadilan Clark County, di mana ia mengakui dalam keadaan mabuk dan di bawah pengaruh THC saat kecelakaan terjadi.

Artikel Terkait

Seorang pria asal Florida telah dijatuhi hukuman 25 tahun penjara karena mengemudi dalam kondisi mabuk dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan kecelakaan fatal yang menewaskan seorang ibu dari dua anak. Cesar Navarrete mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan akibat DUI (mengemudi di bawah pengaruh alkohol) dan tuduhan lain terkait insiden November 2024 di Bradenton. Kecelakaan itu terjadi hanya satu blok dari rumah korban.

Dilaporkan oleh AI

Seorang pria dari Fresno dijatuhi hukuman 19 tahun hingga seumur hidup di penjara setelah menyebabkan kecelakaan mobil mematikan saat mengemudi dalam keadaan mabuk dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Shane Shahan menerobos lampu merah dengan kecepatan hampir 80 mph, menewaskan penumpang Jesse Espino, dan menoleh ke puing-puing sebelum kabur. Ia dinyatakan bersalah atas pembunuhan derajat dua dan tuduhan lainnya setelah deliberasi juri yang singkat.

Seorang pria berusia 62 tahun di South Carolina menghadapi dakwaan pidana DUI setelah truknya menabrak dan menewaskan seorang bocah laki-laki berusia 14 bulan yang berjalan ke tengah jalan. Anak tersebut mengikuti ayahnya keluar dari sebuah restoran di dekat Anderson. Pihak berwenang mengatakan gangguan akibat pengaruh alkohol kemungkinan memperlambat reaksi pengemudi.

Dilaporkan oleh AI

Seorang wanita berusia 32 tahun asal Maryland, Lydia Hanson, dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara atas dakwaan kelalaian yang menyebabkan kematian saat mengemudi dalam keadaan mabuk hingga menewaskan Richard Snyder yang berusia 78 tahun. Kecelakaan fatal tersebut terjadi pada 16 Maret 2025, satu hari setelah Hanson didakwa karena menyetir di bawah pengaruh alkohol (DUI) hanya beberapa mil dari lokasi kejadian. Kadar alkohol dalam darahnya tercatat 0,34, lebih dari empat kali lipat batas hukum yang diizinkan, sementara ia melaju dengan kecepatan 99 mph di zona 55 mph.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak