Seorang hakim di Las Vegas menjatuhkan vonis minimal tujuh tahun penjara kepada Oh'Ryan Brooks (27) karena meninggalkan tempat kejadian perkara dalam kecelakaan fatal yang menewaskan Cristofer Suarez (12). Peristiwa tersebut terjadi pada 3 Oktober 2025 di dekat Eastern Avenue dan Owens Avenue saat Suarez sedang berjalan kaki menuju sekolah. Brooks menerima kesepakatan pengakuan bersalah yang menghapus tuntutan terkait mengemudi di bawah pengaruh alkohol/obat-obatan (DUI) dan mengemudi secara ugal-ugalan.
Oh'Ryan Brooks hadir di pengadilan Clark County pada hari Senin, di mana Hakim Maria Gall menjatuhkan vonis tujuh hingga 17,5 tahun penjara, dengan pengurangan masa tahanan selama 186 hari. Jaksa penuntut awalnya meminta hukuman 20 tahun, sementara pengacara Brooks meminta hukuman dua hingga lima tahun. 'Tidak ada yang bisa mengembalikan korban,' ujar Hakim Gall. 'Namun, harus ada pertanggungjawaban atas kejahatan ini, dan mengingat keadaannya, usulan hukuman lima tahun tidak memberikan pertanggungjawaban yang semestinya dalam kasus ini.' Menurut KTNV, kedua belah pihak sepakat bahwa bukti tidak mendukung klaim Brooks yang menyatakan bahwa kendaraan lain meretakkan kaca depannya sehingga menghalangi pandangannya. Brooks mengakui melarikan diri dari tempat kejadian namun membantah telah menyebabkan kecelakaan tersebut, menyebutnya sebagai 'kecelakaan murni' seraya meminta maaf kepada keluarga Suarez. Ia juga diwajibkan membayar restitusi sebesar $6.953,31 kepada ibu Cristofer, Martina Suarez, yang menyatakan bahwa jumlah tersebut tidak mencukupi biaya pemakaman. Laporan kepolisian menunjukkan bahwa Brooks menggunakan alat hisap (vape) THC sebelum mengantar anak-anaknya ke sekolah dan kembali menggunakannya setelah itu. Rekaman video pengawas menunjukkan ia menabrak Suarez sekitar pukul 7:40 pagi di zona sekolah yang sedang aktif, yang menyebabkan bocah tersebut terhempas ke pagar besi. Seorang saksi melaporkan Brooks melaju kencang di Owens Avenue. Petugas menemukan Brooks dalam kondisi limbung, bicaranya tidak jelas, dan hampir terjatuh saat penangkapan setelah melacak SUV Mitsubishi miliknya melalui pelat nomor. Ibu Suarez berbicara di hadapan pengadilan, memohon hukuman maksimal. 'Hari ini menandai enam bulan sejak saya mendengar waktu kematiannya, dan saya masih berharap suatu hari nanti bisa terbangun dari mimpi buruk yang mengerikan ini,' ujarnya. Setelah vonis dibacakan, ia mengatakan kepada KTNV bahwa hasil tersebut memungkinkan keluarganya untuk mengetahui detail kerugian yang ditimbulkan.