Pria Pennsylvania dihukum karena kematian gadis 11 tahun akibat mengemudi mabuk

Seorang pria dari Pennsylvania dijatuhi hukuman penjara tiga hingga enam bulan setelah kecelakaan mengemudi mabuk yang menewaskan gadis berusia 11 tahun yang tuna rungu sebagian. Jeffrey Glowatski, 65 tahun, menabrak Roxanne Bonnoni saat ia bermain di luar rumahnya pada Agustus 2024. Insiden itu terjadi tak lama setelah Glowatski meninggalkan bar, dengan kadar alkohol darahnya hampir dua kali lipat batas hukum.

Pada Agustus 2024, sekitar pukul 7:30 malam, Roxanne Bonnoni yang berusia 11 tahun sedang bermain di depan rumahnya di Jalan Kuntz, Harrison Township, Pennsylvania, ketika Jeep milik Jeffrey Glowatski menabraknya. Glowatski, 65 tahun, telah minum di dua bar pada hari itu, termasuk lima bir 12 ons di Boots Bar di Brackenridge terdekat hingga sekitar pukul 7:15 malam. Kadar alkohol darahnya diukur sebesar 0,153%, hampir dua kali batas hukum 0,08%, menurut laporan polisi. Ayah Roxanne, Anthony Csizmadia, menyaksikan kecelakaan dari rumah mereka dan berlari ke sisinya, memeluknya saat ia meninggal. Seorang anggota keluarga kemudian menggambarkan di GoFundMe bagaimana Csizmadia melihat insiden itu terungkap dan meminta bantuan, meskipun orang tua dan saudara-saudara hanya diizinkan akses singkat di bawah lembaran. Roxanne, yang tuna rungu sebagian dan bersekolah di DePaul School, dijadwalkan memulai di Western Pennsylvania School for the Deaf dan bermimpi menjadi cheerleader dan pemain sepak bola. Ia tewas hanya dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-12. Glowatski mengaku bersalah atas tiga tuduhan DUI dan mengemudi ceroboh. Kantor kejaksaan distrik tidak mengejar tuduhan pembunuhan oleh kendaraan. Pada hari Rabu, Hakim Edward J. Borkowski dari Pengadilan Umum Allegheny County menghukumnya penjara kabupaten tiga hingga enam bulan. Selama sidang, Csizmadia berbicara kepada pengadilan, menyatakan, «Tuhan tidak memutuskan bahwa saatnya Roxanne mati. Ini adalah pilihan egois, ceroboh, dan sepenuhnya dapat dicegah.» Ia menambahkan, «Orang mati tidak bisa menangis meminta keadilan, dan karena itu tugas orang hidup untuk melakukannya.» Ibunya Roxanne, Amber Bonnoni, berbicara tentang masa depan putrinya yang hilang: «Masa depan yang saya impikan untuk putri saya —pembelajarannya, tawanya, rasa ingin tahunya, dan kegembiraannya— telah hilang.» Hakim berkomentar, «Ayahnya mengatakannya paling baik. Ini bukan kecelakaan. Ini pilihan. Hukuman harus mencerminkan kematian dan dampaknya pada anggota keluarga yang tersisa.» Pengacara Glowatski, David Shrager, membela hukuman itu, mengatakan kantor kejaksaan distrik dan hakim bertindak berdasarkan fakta dan hukum. Pengacara rekan Frankie Exler menyebutnya kecelakaan tragis yang mengubah banyak hidup, mencatat bahwa Glowatski mengemudi setelah minum tetapi dua hal bisa benar secara bersamaan. Seorang saksi, Jack Howard, mendekati kendaraan Glowatski setelah kecelakaan dan menuntut agar ia mematikan mobil dan menyerahkan kunci untuk mencegahnya pergi.

Artikel Terkait

Seorang pria berusia 62 tahun di South Carolina menghadapi dakwaan pidana DUI setelah truknya menabrak dan menewaskan seorang bocah laki-laki berusia 14 bulan yang berjalan ke tengah jalan. Anak tersebut mengikuti ayahnya keluar dari sebuah restoran di dekat Anderson. Pihak berwenang mengatakan gangguan akibat pengaruh alkohol kemungkinan memperlambat reaksi pengemudi.

Dilaporkan oleh AI

Seorang wanita berusia 32 tahun asal Maryland, Lydia Hanson, dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara atas dakwaan kelalaian yang menyebabkan kematian saat mengemudi dalam keadaan mabuk hingga menewaskan Richard Snyder yang berusia 78 tahun. Kecelakaan fatal tersebut terjadi pada 16 Maret 2025, satu hari setelah Hanson didakwa karena menyetir di bawah pengaruh alkohol (DUI) hanya beberapa mil dari lokasi kejadian. Kadar alkohol dalam darahnya tercatat 0,34, lebih dari empat kali lipat batas hukum yang diizinkan, sementara ia melaju dengan kecepatan 99 mph di zona 55 mph.

Sepasang suami istri di Massachusetts dijatuhi hukuman penjara pada hari Rabu atas peran mereka dalam kematian putra asuh mereka yang berusia 10 bulan, yang tidak mereka bawa untuk mendapatkan perawatan medis meskipun terdapat tanda-tanda penyakit serius yang jelas. Hakim Pengadilan Tinggi Tracy Duncan memerintahkan Matthew Tucker dan Cassandra Barlow-Tucker, keduanya berasal dari Adams, untuk menjalani hukuman tiga hingga lima tahun di lembaga pemasyarakatan negara bagian setelah dinyatakan bersalah atas kelalaian yang menyebabkan kematian dan membahayakan keselamatan anak secara sembrono.

Dilaporkan oleh AI

Christopher Blevins dijatuhi hukuman 17 tahun penjara setelah mengaku bersalah atas pembunuhan berat dalam kematian pacarnya, Laura Hughes. Pria berusia 46 tahun itu mencekik ibu dua anak berusia 50 tahun sebelum menyembunyikan jenazahnya di lemari es dan membawanya ke Belleplain State Forest. Pihak berwenang menemukan sisa-sisa jenazah pada Desember 2024.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak