Pada 29 Juni, HYBE Labels mengeluarkan pernyataan melalui Weverse yang merinci perkembangan hukum terkini terkait unggahan daring yang berbahaya, pelanggaran privasi, dan pelanggaran terkait yang menargetkan artis mereka.
BIGHIT MUSIC melaporkan bahwa satu individu menghadapi dakwaan berkelanjutan atas pencemaran nama baik dan penghinaan kriminal karena mengunggah informasi palsu tentang BTS, yang mengakibatkan putusan penangguhan penuntutan setelah menyelesaikan program edukasi. Label tersebut juga mengajukan keluhan terhadap unggahan di berbagai platform termasuk TheQoo, Instiz, serta situs luar negeri seperti X dan Instagram.
ADOR dan label lainnya menjelaskan keluhan mengenai konten deepfake, penjualan informasi penerbangan tanpa izin, serta pelanggaran etika penggemar seperti memasang perangkat GPS pada kendaraan artis di Paris. Pengadilan telah mengeluarkan putusan termasuk hukuman percobaan satu tahun karena menerobos masuk dan menguntit di kediaman seorang artis.
PLEDIS Entertainment, SOURCE MUSIC, ADOR, BELIFT LAB, KOZ Entertainment, dan YX LABELS mencatat tindakan serupa, dengan hasil termasuk denda sebesar 3 juta won, ganti rugi perdata sebesar 15 juta won, dan penolakan banding dalam kasus deepfake. Semuanya menekankan kebijakan toleransi nol serta laporan dari penggemar melalui Situs Laporan Pelanggaran Hak Artis HYBE.