HYBE Labels memberikan pembaruan mengenai tindakan hukum untuk melindungi artis

Pada 29 Juni, HYBE Labels mengeluarkan pernyataan melalui Weverse yang merinci perkembangan hukum terkini terkait unggahan daring yang berbahaya, pelanggaran privasi, dan pelanggaran terkait yang menargetkan artis mereka.

BIGHIT MUSIC melaporkan bahwa satu individu menghadapi dakwaan berkelanjutan atas pencemaran nama baik dan penghinaan kriminal karena mengunggah informasi palsu tentang BTS, yang mengakibatkan putusan penangguhan penuntutan setelah menyelesaikan program edukasi. Label tersebut juga mengajukan keluhan terhadap unggahan di berbagai platform termasuk TheQoo, Instiz, serta situs luar negeri seperti X dan Instagram.

ADOR dan label lainnya menjelaskan keluhan mengenai konten deepfake, penjualan informasi penerbangan tanpa izin, serta pelanggaran etika penggemar seperti memasang perangkat GPS pada kendaraan artis di Paris. Pengadilan telah mengeluarkan putusan termasuk hukuman percobaan satu tahun karena menerobos masuk dan menguntit di kediaman seorang artis.

PLEDIS Entertainment, SOURCE MUSIC, ADOR, BELIFT LAB, KOZ Entertainment, dan YX LABELS mencatat tindakan serupa, dengan hasil termasuk denda sebesar 3 juta won, ganti rugi perdata sebesar 15 juta won, dan penolakan banding dalam kasus deepfake. Semuanya menekankan kebijakan toleransi nol serta laporan dari penggemar melalui Situs Laporan Pelanggaran Hak Artis HYBE.

Artikel Terkait

Dramatic illustration depicting Seoul police seeking arrest warrant for HYBE Chairman Bang Si-hyuk over alleged stock trading violations.
Gambar dihasilkan oleh AI

Police seek arrest warrant for HYBE chairman Bang Si-hyuk

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Seoul police have requested an arrest warrant for HYBE Chairman Bang Si-hyuk on suspicions of unfair stock trading under the Capital Markets Act. The allegations stem from 2019, when he reportedly misled investors about the company's IPO delay, acquiring shares cheaply for nearly 200 billion won ($135.9 million) in profits. Bang denies the claims and expressed regret over the warrant request despite his cooperation.

SEVENTEEN's agency PLEDIS Entertainment has released a fresh statement detailing its ongoing legal battles to shield the group from defamation and privacy breaches, with special focus on members serving in the military.

Dilaporkan oleh AI

A court has granted an injunction sought by nine members of K-pop group The Boyz to suspend their exclusive contracts with agency One Hundred Label. The members cited failures in settlement payments and financial data provision. The attorney stated that trust between the parties had broken down irreparably due to the agency's fault.

Epik High rapper Tablo discussed strict music censorship in Korea during a recent podcast episode, highlighting an unusual case involving one of the group's tracks. The revelation has prompted widespread online debate about the system's priorities.

Dilaporkan oleh AI

Palm Tree Island has ended all work with an outsourced producer tied to Kim Junsu’s album following criminal allegations reported in Korean media. The agency issued a detailed statement on June 26, 2026, clarifying the situation. It stressed that the matter is personal and unrelated to the company or the artist.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak