Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 56,53 poin atau 0,65 persen menjadi 8.713,71 pada perdagangan pagi Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu, 10 Desember 2025. Meski demikian, analis memprediksi kemungkinan koreksi minor jika indeks turun di bawah level 8.611. Indeks LQ45 juga naik 6,55 poin atau 0,77 persen ke 854,61.
Pada penutupan perdagangan Selasa, 9 Desember 2025, IHSG melemah 0,61 persen atau 53,52 poin ke level 8.657,17. Pembukaan hari ini menunjukkan pemulihan sementara, dengan IHSG naik ke 8.713,71, didorong oleh aktivitas perdagangan awal di BEI.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperingatkan potensi koreksi tipis. "IHSG kemungkinan akan melanjutkan koreksi minor menuju area 8.510-8.550," ungkap Ivan dalam riset hariannya. Menurutnya, penurunan ini bisa terjadi jika indeks jatuh di bawah 8.611, yang juga menjadi titik support utama. Koreksi tersebut berpotensi menguji garis Simple Moving Average (SMA)-20 sebagai support dinamis pada chart harian.
Titik support lainnya berada pada level 8.493 dan 8.361, sementara resistance di 8.770, 8.941, dan 9.052. Meskipun ada sinyal koreksi, Ivan merekomendasikan beberapa saham potensial untuk dipertimbangkan investor.
Rekomendasi meliputi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan strategi Buy on Weakness di area 4.030-4.130, target 4.600; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Accumulative Buy di 4.600-4.700, target 5.125; PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Speculative Buy di 3.250-3.300, target 3.570; PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) beli di 4.350-4.500, target 4.980; serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) beli di 2.220-2.270, target 2.400.
Perkembangan ini mencerminkan sentimen pasar yang campuran di tengah fluktuasi global, meskipun tidak ada detail lebih lanjut tentang faktor eksternal dari sumber yang tersedia.