IHSG

Ikuti
Realistic depiction of Jakarta Stock Exchange trading floor showing slight IHSG rebound to 8,019.54 led by surging energy sector amid rupiah strengthening.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG rebound tipis di sesi pertama dipimpin sektor energi

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,71 poin atau 0,03 persen menjadi 8.019,54 pada sesi pertama perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, menghentikan tren koreksi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,46 persen, diikuti oleh saham-saham unggulan seperti PTBA dan AADI. Rupiah juga menguat sedikit ke Rp 16.863 per dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan nilai tukar rupiah seharusnya menguat karena kinerja fundamental ekonomi nasional yang kuat. Meski demikian, rupiah justru melemah menjadi Rp16.997 per dolar AS pada 16 Maret 2026. Ia juga yakin IHSG bakal tembus 10.000 di akhir 2026.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 13 poin atau 0,17 persen di level 8.221 pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, setelah penutupan sebelumnya anjlok 1,04 persen ke 8.235,26. Analis memprediksi potensi koreksi lebih dalam atau rebound tergantung level support. Sentimen dipengaruhi kinerja Nvidia yang positif namun sahamnya anjlok di Wall Street.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,62 persen ke level 8.991,75 pada Senin (12/1/2026), didorong arus modal asing dan sentimen global positif. Penguatan ini melanjutkan tren bullish pekan lalu, di mana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 9.002,92. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.860-9.000 pekan ini.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 43 poin atau 0,49 persen di level 8.969 pada Jumat, 9 Januari 2026, setelah penurunan tipis sehari sebelumnya. Analis memprediksi potensi kenaikan lanjutan jika bertahan di level support kunci. Faktor ini dipengaruhi oleh penyelidikan anti-dumping China terhadap Jepang dan data lapangan kerja AS yang lemah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,65 persen atau 55 poin menjadi 8.604,59 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan sektor industri dan siklikal, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS seiring optimisme pemangkasan suku bunga The Fed.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 9,80 poin atau 0,11 persen menjadi 8.555,66 pada Jumat (28/11/2025). Pasar menantikan arah kebijakan moneter Bank Indonesia untuk 2026 di tengah optimisme pemangkasan suku bunga The Fed. Sentimen positif juga didorong penguatan rupiah dan rebound bursa Asia-Pasifik.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak