Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 42,25 poin atau 0,53 persen menjadi 7.880,47 pada Selasa pagi, 3 Februari 2026. Pasar masih mencermati komitmen peningkatan transparansi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Analis memprediksi potensi pelemahan terbatas dengan dukungan di level 7.790-8.270.
Pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 42,25 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.880,47. Sementara itu, Indeks LQ45 naik tipis 2,89 poin atau 0,36 persen menjadi 809,13.
Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, pelemahan ini berpotensi terbatas dengan level support di 7.790-8.270 dan resistance di kisaran yang sama. "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.790-8.270. Potensi naik mulai terlihat, hati-hati tergocek," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Pasar sedang memperhatikan langkah OJK, BEI, dan KSEI untuk meningkatkan transparansi, termasuk penurunan ambang batas pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen serta identifikasi beneficial owner. Hal ini diharapkan mengatasi kekhawatiran Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kepemilikan tersembunyi. Nico menilai kebijakan ini dapat memperkuat kredibilitas dan kepercayaan investor global, serta memberikan visibilitas lebih baik atas struktur pasar.
Selain itu, rencana peningkatan free float minimum menjadi 15 persen secara bertahap berpotensi memperdalam likuiditas, meski menimbulkan penyesuaian jangka pendek bagi emiten. Secara keseluruhan, implementasi konsisten dapat mendorong arus dana asing jangka menengah-panjang dan pemulihan persepsi MSCI terhadap Indonesia.
Beberapa sumber melaporkan variasi kecil pada pembukaan, dengan satu laporan menyebut penurunan 33 poin ke 7.888, tetapi data utama dari ANTARA mengonfirmasi penurunan 42,25 poin. Analis lain dari BNI Sekuritas memprediksi potensi rebound menuju resistance 8.050, sementara pasar Asia secara keseluruhan lesu meski Wall Street menguat pada hari sebelumnya.