Bustling Jakarta Stock Exchange with rising IHSG charts amid focus on US Fed policy, green upward trends on screens.
Bustling Jakarta Stock Exchange with rising IHSG charts amid focus on US Fed policy, green upward trends on screens.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG diprediksi menguat di tengah perhatian kebijakan The Fed

Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Rabu (14/1/2026) di tengah sentimen positif dari bursa Asia. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed pasca data inflasi AS yang stabil. Analis memproyeksikan potensi reli terbatas dengan level support dan resistance tertentu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (14/1/2026), dengan laporan awal menunjukkan kenaikan 44 poin atau 0,50 persen ke level 8.993, meskipun update selanjutnya mencatat posisi 9.007,04 setelah naik 58,75 poin atau 0,66 persen. Indeks LQ45 juga naik 3,66 poin atau 0,42 persen ke 882,53. Penutupan sebelumnya pada Selasa (13/1/2026) berada di 8.948,30 setelah melonjak 0,72 persen atau 63,58 poin.

Analis dari berbagai institusi memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan, "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.760-9.000." Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menambahkan, "IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan sepanjang bertahan di support 8.900," dengan support di 8.860-8.900 dan resistance di 8.970-9.000. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan reli jika menembus 8.973, menuju 9.052 atau 9.123, dengan support di 8.714, 8.599, dan 8.493.

Sentimen global mendukung, dengan data inflasi AS (CPI) naik 0,3 persen bulan-ke-bulan dan 2,7 persen tahun-ke-tahun, serta CPI Core stabil di 2,6 persen. Hal ini dianggap memperkuat ekspektasi The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 29 Januari 2026. Ketua The Fed Jerome Powell secara eksplisit menentang tekanan dari Presiden AS Donald Trump, yang disebut berupaya merebut kekuasaan melalui intervensi politik.

Bursa Asia pagi ini mayoritas menguat, dipimpin Nikkei Jepang yang naik 1,70 persen ke 54.456,50 (meskipun laporan lain menyebut 3,10 persen), Shanghai +0,95 persen ke 4.177,68, dan Hang Seng +0,45 persen ke 26.970,00. Sebaliknya, bursa AS ditutup melemah pada Selasa, dengan S&P 500 turun 0,19 persen ke 6.963,74, Dow Jones -0,80 persen ke 49.191,99, dan Nasdaq -0,18 persen ke 25.741,95.

Di dalam negeri, pemerintah berencana mengembangkan ekosistem semikonduktor melalui kerja sama dengan Inggris, termasuk pendanaan 125 juta dolar AS untuk kolaborasi dengan ARM, yang dinilai krusial untuk sektor strategis seperti elektronik dan data center. Analis juga merekomendasikan saham potensial seperti BBRI (target 3.870), BMRI (target 5.100), dan GOTO (target 70) untuk dipantau investor.

Artikel Terkait

Illustration of IHSG stock index opening stronger on Monday amid market anticipation of US Federal Reserve signals and global economic data.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG menguat di awal pekan sambil tunggu sinyal The Fed

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 43,94 poin atau 0,52 persen menjadi 8.458,29 pada Senin pagi. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah minimnya data domestik. Pekan ini dipengaruhi data global dari AS, China, dan Eropa.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 43 poin atau 0,49 persen di level 8.969 pada Jumat, 9 Januari 2026, setelah penurunan tipis sehari sebelumnya. Analis memprediksi potensi kenaikan lanjutan jika bertahan di level support kunci. Faktor ini dipengaruhi oleh penyelidikan anti-dumping China terhadap Jepang dan data lapangan kerja AS yang lemah.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 21 poin atau 0,26 persen menjadi 8.152 pada Rabu, 11 Februari 2026. Kenaikan ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang menguat, meskipun Wall Street mayoritas melemah. Analis memprediksi potensi lanjutan penguatan jika melewati level resistensi tertentu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,29 persen di level 8.959 pada Rabu, 7 Januari 2026, mengikuti penguatan bursa Asia dan AS. Analis memprediksi potensi reli ke 9.000, didukung momentum bullish meski ada peringatan koreksi setelah kenaikan lima hari berturut-turut.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,12 persen menjadi 8.631,03 pada Jumat pagi, 12 Desember 2025, setelah penurunan 0,92 persen sehari sebelumnya. Analis memprediksi potensi rebound karena indeks masih di atas garis SMA-20, tetapi memperingatkan koreksi lanjutan jika menembus level support 8.493.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 18 poin atau 0,22 persen di level 8.658 pada Jumat, 5 Desember 2025, meskipun analis memprediksi pergerakan datar di tengah pasar Asia yang variatif. Kemudian, IHSG naik ke level 8.640 atau 0,33 persen, menandakan fase konsolidasi sebelum potensi reli. Investor diimbau memperhatikan level support dan resistance utama.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 76 poin atau 0,93 persen menjadi 8.308 pada Jumat, 30 Januari 2026, setelah penurunan tajam sehari sebelumnya akibat kekhawatiran terkait pengumuman MSCI. Analis memprediksi fluktuasi berlanjut meski indeks bertahan di atas level support kunci. Otoritas keuangan merespons dengan kebijakan baru untuk meningkatkan transparansi pasar.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak