Rupiah menguat usai BI pertahankan suku bunga acuan

Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis ini di Jakarta, didorong euforia kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75 persen. Penguatan ini juga didukung upaya pemerintah memperlebar defisit fiskal untuk pemulihan ekonomi nasional. Analis memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp16.900-Rp16.950 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis (22/1/2026), nilai tukar rupiah menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.929 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.936. Hingga pukul 09.24 WIB, rupiah bahkan mencapai Rp16.892 per dolar AS, menguat 44 poin atau 0,26 persen.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyatakan penguatan ini terkait euforia kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Januari 2026. Suku bunga deposit facility tetap 3,75 persen dan lending facility 5,5 persen. "Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp16.900-Rp16.950. Dari domestik masih terkait euforia kebijakan bunga BI yang tidak berubah," katanya.

Keputusan BI konsisten dengan upaya stabilisasi rupiah di tengah ketidakpastian global, mendukung inflasi 2026-2027 di sasaran 2,5 ±1 persen, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. BI juga akan memperkuat transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial, sambil mencermati ruang penurunan suku bunga lebih lanjut.

Di sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pelebaran defisit APBN 2025 menjadi 2,92 persen sebagai strategi countercyclical untuk memulihkan ekonomi dari perlambatan 2025. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyebut kebijakan ini membuahkan hasil positif. "Kebijakan ini diambil sebagai strategi countercyclical guna membalikkan tren perlambatan ekonomi," ujarnya.

Sentimen global membaik setelah ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Denmark soal Greenland mereda, dengan pencabutan ancaman tarif terhadap Eropa.

Artikel Terkait

Illustration of weakening Rupiah notes and dollars with Bank Indonesia building, showing declining exchange rate to 17,668 per USD.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah weakens to Rp17,668 per US dollar amid stabilization efforts

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The rupiah closed weaker at Rp17,668 per US dollar on Monday, May 18, 2026. The government and Bank Indonesia have taken steps to maintain stability of the currency.

Bank Indonesia has launched seven strategies to maintain rupiah stability amid global pressures, with the currency hitting Rp17.400 per US dollar. The measures received approval from President Prabowo Subianto following a meeting at the Presidential Palace on May 5, 2026. BI Governor Perry Warjiyo highlighted sufficient foreign reserves for market interventions.

Dilaporkan oleh AI

The rupiah strengthened 0.40 percent to Rp 17,851 per US dollar at the close of trading on Monday, 29 June 2026. The move was driven in part by news of state-owned enterprise restructuring.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak