Jakarta traders celebrate Rupiah gain against USD amid weak US data and steady Bank Indonesia rates.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah menguat di tengah data ekonomi AS lesu

Gambar dihasilkan oleh AI

Nilai tukar rupiah menguat 0,16 persen menjadi Rp16.665 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu ini, seiring pelemahan data ekonomi Amerika Serikat. Pelaku pasar menanti pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di 4,75 persen. Inflasi domestik melambat ke 2,72 persen year on year pada November 2025.

Pada Rabu (17/12/2025), nilai tukar rupiah membuka lebih kuat di Rp16.665 per dolar AS, naik 26 poin dari posisi sebelumnya Rp16.691. Penguatan ini dipengaruhi rilis data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan, termasuk Non-Farm Payrolls (NFP) yang menyusut bersih 41 ribu pekerja selama Oktober-November 2025, jauh di bawah ekspektasi pasar +25 ribu. Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,6 persen pada November dari 4,4 persen September, melampaui konsensus 4,5 persen. Penjualan ritel stagnan di 0,0 persen month-to-month Oktober, di bawah perkiraan 0,1 persen.

"Data pasar tenaga kerja dan sektor riil menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap lesu pada November 2025," ujar Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede. Dampak penutupan pemerintahan AS menjadi faktor utama pelemahan tersebut.

Di dalam negeri, inflasi melambat menjadi 2,72 persen yoy November dari 2,87 persen Oktober, masih dalam target BI 2,5 persen ±1 persen. Arus modal asing masuk mencapai 0,75 miliar dolar AS sejak pertengahan November, mendorong penguatan rupiah 0,11 persen mtm hingga Rp16.652 per 15 Desember. Namun, secara year-to-date, rupiah melemah 3,6 persen.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI merekomendasikan BI tahan BI Rate di 4,75 persen pada RDG Desember. "Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 4,75 persen... sembari tetap waspada," tulis laporan LPEM. Ekonom seperti Andry Asmoro dari Bank Mandiri dan Teuku Riefky dari LPEM setuju, mengingat risiko capital outflow dan fluktuasi rupiah. Meski ada ruang pemangkasan, stabilitas nilai tukar lebih diprioritaskan, terutama dengan potensi tekanan inflasi akhir tahun.

Josua Pardede perkirakan rupiah bergerak di Rp16.625-Rp16.725 hari ini.

Artikel Terkait

Trading floor in Jakarta celebrates Rupiah strengthening to Rp16,762/USD amid BPS trade surplus data.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah menguat setelah laporan BPS soal surplus perdagangan 2025

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 3 Februari 2026, menjadi sekitar Rp16.762 per dolar AS, naik 36 poin atau 0,21 persen dari hari sebelumnya. Penguatan ini dipengaruhi rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$41,05 miliar. Selain itu, inflasi bulanan Januari 2026 tercatat deflasi 0,15 persen, meski secara tahunan mencapai 3,55 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 13 Januari 2026, dipengaruhi pernyataan hawkish dari pejabat The Fed dan ketidakpastian politik di AS. Kurs bergerak ke kisaran Rp16.871-Rp16.873 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.855. Analis memprediksi fluktuasi tetap terjadi di tengah data inflasi AS yang potensial naik.

Dilaporkan oleh AI

Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis ini di Jakarta, didorong euforia kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75 persen. Penguatan ini juga didukung upaya pemerintah memperlebar defisit fiskal untuk pemulihan ekonomi nasional. Analis memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp16.900-Rp16.950 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak fluktuatif dan ditutup melemah pada perdagangan Selasa ini, di tengah prakiraan gejolak ekonomi global pada 2026. Pengamat memperingatkan bahwa persaingan antarnegara besar dan perlambatan pertumbuhan bisa meningkatkan ketidakpastian bagi pasar berkembang seperti Indonesia.

Dilaporkan oleh AI

Bursa saham Asia-Pasifik melesat pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Desember 2025, saat investor menanti keputusan suku bunga Tiongkok. Di Indonesia, IHSG dibuka menguat 0,23 persen ke level 8.629, meski diprediksi berpotensi terkoreksi seiring pelemahan rupiah. Peringatan Bank Dunia soal defisit fiskal RI turut memengaruhi sentimen pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,62 persen ke level 8.991,75 pada Senin (12/1/2026), didorong arus modal asing dan sentimen global positif. Penguatan ini melanjutkan tren bullish pekan lalu, di mana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 9.002,92. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.860-9.000 pekan ini.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 35 poin atau 0,41 persen di level 8.695 pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025. Tim Riset Phintraco Sekuritas memprediksi kemungkinan konsolidasi hari ini karena perhatian pasar tertuju pada data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Investor juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 Desember 2025.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak