Trading floor in Jakarta celebrates Rupiah strengthening to Rp16,762/USD amid BPS trade surplus data.
Trading floor in Jakarta celebrates Rupiah strengthening to Rp16,762/USD amid BPS trade surplus data.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah menguat setelah laporan BPS soal surplus perdagangan 2025

Gambar dihasilkan oleh AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 3 Februari 2026, menjadi sekitar Rp16.762 per dolar AS, naik 36 poin atau 0,21 persen dari hari sebelumnya. Penguatan ini dipengaruhi rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$41,05 miliar. Selain itu, inflasi bulanan Januari 2026 tercatat deflasi 0,15 persen, meski secara tahunan mencapai 3,55 persen.

Pada Selasa, 3 Februari 2026, nilai tukar rupiah dibuka lebih kuat di pasar spot Jakarta, mencapai Rp16.762 per dolar AS, menguat 36 poin atau 0,21 persen dari posisi sebelumnya di Rp16.798. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan kurs pada Senin, 2 Februari, di Rp16.800, melemah sedikit 4 poin dari Rp16.796 pada Jumat sebelumnya.

Penguatan rupiah ini didorong oleh laporan BPS yang mengungkap surplus neraca perdagangan kumulatif Januari-Desember 2025 sebesar US$41,05 miliar, naik dari US$31,04 miliar pada 2024. Surplus tersebut didukung ekspor US$282,21 miliar yang melebihi impor US$241,86 miliar. Komponen non-migas surplus US$60,75 miliar, sementara migas defisit US$19,70 miliar. Surplus Desember 2025 saja mencapai US$2,51 miliar, yang menambah pasokan valuta asing dari ekspor dan mendukung stabilitas rupiah.

Selain itu, BPS melaporkan inflasi tahun-ke-tahun (yoy) Januari 2026 di 3,55 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 109,75. Inflasi bulanan justru deflasi 0,15 persen, dipicu penurunan harga pangan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Inflasi tahunan didorong kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan tingkat 11,93 persen (kontribusi 1,72 persen), terutama tarif listrik. Efek basis rendah dari kebijakan tarif listrik Januari 2025 berkontribusi pada angka ini.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan, "Rilis BPS soal inflasi memberi sinyal bahwa tekanan harga jangka pendek mereda." Ia menambahkan bahwa data ini menenangkan pasar meski membatasi penguatan lebih lanjut karena ruang kebijakan suku bunga lebih longgar. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi juga menyoroti surplus perdagangan yang lebih besar tahun ini sebagai pendorong positif.

Secara keseluruhan, sentimen positif dari data BPS membentuk ekspektasi stabilitas harga dan kebijakan moneter, meski fluktuasi rupiah diprediksi berlanjut.

Artikel Terkait

Jakarta traders celebrate Rupiah gain against USD amid weak US data and steady Bank Indonesia rates.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah menguat di tengah data ekonomi AS lesu

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Nilai tukar rupiah menguat 0,16 persen menjadi Rp16.665 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu ini, seiring pelemahan data ekonomi Amerika Serikat. Pelaku pasar menanti pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di 4,75 persen. Inflasi domestik melambat ke 2,72 persen year on year pada November 2025.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (20/1/2026) menjadi sekitar Rp16.977-Rp16.985 per dolar AS. Analis memprediksi potensi penguatan terbatas akibat tekanan fiskal dan menanti rapat Bank Indonesia. Kekhawatiran defisit anggaran mendekati batas 3 persen menambah volatilitas mata uang.

Dilaporkan oleh AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada perdagangan Selasa pagi ini, didukung optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal penerimaan pajak 2026 yang diprediksi melebihi target. Realisasi pajak Januari melonjak 30,8 persen secara tahunan, sementara Indeks Keyakinan Konsumen naik ke level tertinggi dalam setahun. Hal ini terjadi di tengah fluktuasi pasar saham domestik yang dibuka sedikit melemah.

Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Senin (23/2/2026) menjadi Rp16.868 per dolar AS, dipengaruhi putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian kebijakan tarif Donald Trump. Selain itu, kesepakatan perdagangan baru antara Indonesia dan AS juga mendukung penguatan ini. Analis memprediksi fluktuasi tetap terjadi di pasar mata uang.

Dilaporkan oleh AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,05 persen menjadi Rp16.790 per dolar pada pembukaan perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka turun 0,31 persen di level 8.947, meskipun diprediksi berpotensi menguat jika bertahan di level support. Pergerakan ini dipengaruhi ketegangan geopolitik antara AS dan Kanada terkait perdagangan dengan China.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,65 persen atau 55 poin menjadi 8.604,59 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan sektor industri dan siklikal, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS seiring optimisme pemangkasan suku bunga The Fed.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 9,80 poin atau 0,11 persen menjadi 8.555,66 pada Jumat (28/11/2025). Pasar menantikan arah kebijakan moneter Bank Indonesia untuk 2026 di tengah optimisme pemangkasan suku bunga The Fed. Sentimen positif juga didorong penguatan rupiah dan rebound bursa Asia-Pasifik.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak