Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,62 persen ke level 8.991,75 pada Senin (12/1/2026), didorong arus modal asing dan sentimen global positif. Penguatan ini melanjutkan tren bullish pekan lalu, di mana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 9.002,92. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.860-9.000 pekan ini.
Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (12/1/2026), IHSG naik 55 poin atau 0,62 persen menjadi 8.991,75, hampir menyentuh level psikologis 9.000. Indeks LQ45 juga menguat 0,52 persen ke 872,53. Penguatan ini didukung pembelian bersih investor asing sebesar Rp 1,6 triliun di pasar reguler, menurut data BEI. Bank Indonesia mencatat arus beli bersih Rp 1,44 triliun pada pekan pertama Januari 2026.
Sepekan sebelumnya, IHSG ditutup naik 0,13 persen di 8.936 dan sempat mencapai all-time high (ATH) 9.002,92. Faktor pendorong termasuk fenomena January Effect, di mana manajer investasi menempatkan dana awal tahun ke saham. Sentimen global juga berperan, seperti sikap hawkish Bank of Japan dan kenaikan harga komoditas seperti tembaga yang mencetak rekor akibat permintaan AI dan kendaraan listrik.
"Pasar menantikan apakah surplus perdagangan Indonesia masih berlanjut di tengah fluktuasi harga komoditas global. Angka surplus yang kuat akan memperkokoh nilai tukar rupiah dan menjaga minat investor asing," ujar Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan.
Data tenaga kerja AS yang lemah (50 ribu pekerjaan nonfarm payrolls Desember 2025, di bawah estimasi 73 ribu) dengan pengangguran turun ke 4,4 persen, menambah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Bursa Asia pagi ini mayoritas menguat, seperti Nikkei naik 1,61 persen ke 51.939,89.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memprediksi, "IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8.860-9.000 pada pekan ini, selama tidak ditutup di atas level 9.000." Sementara Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut potensi penguatan jika bertahan di support 8.900. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menambahkan momentum positif jika di atas 8.995, dengan rekomendasi saham seperti ANTM dan ASII.
David Kurniawan menilai tren bullish berlanjut hingga 15 Januari, saran investor perhatikan sektor properti.