Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34 persen menjadi 8.676,74 pada Jumat (2/1/2026), didorong optimisme pelaku pasar menyambut tahun baru. Analis memprediksi penguatan berlanjut, dengan potensi menembus level 8.700. Menteri Keuangan Purbaya optimistis IHSG bisa capai 10.000 di akhir 2026.
Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat pagi, IHSG naik ke level 8.676,74, sementara indeks LQ45 juga menguat 1,89 poin atau 0,22 persen menjadi 848,46. Penguatan ini mencerminkan semangat optimisme pelaku pasar setelah penutupan 2025 di 8.644, yang naik 22,10 persen sepanjang tahun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.810 triliun.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memprediksi, "Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8.680-8.725." Sementara Praktisi Pasar Modal William Hartanto dari WH-Project melihat pola bullish flag secara teknikal, dengan proyeksi rentang 8.600 hingga 8.700, asal bertahan di atas support 8.525.
Riset MNC Sekuritas menyebut skenario optimistis bisa dorong IHSG ke 8.730-8.905, meski ada kemungkinan koreksi ke support 8.493. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta menilai IHSG dalam fase konsolidasi, dengan indikator RSI negatif tapi Stochastics positif; support di 8.506 dan resistance di 8.666.
Pelaku pasar menanti data domestik seperti PMI Manufaktur S&P Global Desember di 53,6, surplus perdagangan November US$2,7 miliar, dan inflasi 2,5 persen yoy. Secara global, ketidakpastian perang tarif, kebijakan The Fed, dan geopolitik memengaruhi sentimen. Bursa Eropa dan AS tutup variatif pada 31 Desember 2025, sementara Asia pagi ini campuran, dengan Hang Seng naik 1,67 persen.