Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 43,94 poin atau 0,52 persen menjadi 8.458,29 pada Senin pagi. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah minimnya data domestik. Pekan ini dipengaruhi data global dari AS, China, dan Eropa.
Pada pembukaan perdagangan Senin (24/11/2025), IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 43,94 poin atau 0,52 persen ke level 8.458,29. Indeks LQ45 juga menguat 4,76 poin atau 0,56 persen menjadi 850,44. Meski demikian, analisis pra-pasar dari Binaartha Sekuritas memprediksi potensi koreksi lanjutan jika di bawah 8.463, dengan penutupan Jumat sebelumnya melemah 0,07 persen ke 8.414—sebuah kontradiksi dengan pergerakan aktual pembukaan yang rebound.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyatakan, “Pekan ini tidak ada rilis data ekonomi dari dalam negeri, sehingga pasar keuangan Indonesia akan banyak dipengaruhi oleh data global, terutama dari Amerika Serikat (AS) dan China.” Data AS yang dirilis kembali pasca-government shutdown mencakup Indeks Harga Produsen (IHP) September 2025, penjualan ritel, pesanan barang tahan lama, dan inflasi Price Consumer Index (PCE). Semua ini akan memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Desember 2025.
Perdagangan AS pekan ini lebih pendek karena libur Thanksgiving pada 27 November dan penutupan awal 28 November, berpotensi tingkatkan volatilitas. Di Eropa, sorotan pada data inflasi Jerman, Prancis, Italia, serta Anggaran Musim Gugur Inggris yang diproyeksikan naikkan pajak. Di Asia, PMI manufaktur dan nonmanufaktur China November 2025 menjadi perhatian, mengingat kontraksi manufaktur selama tujuh bulan.
Pada Jumat (21/11), Wall Street menguat: Dow Jones Industrial Average naik 1,08 persen ke 46.245, S&P 500 naik 0,98 persen ke 6.602,99, Nasdaq Composite naik 0,77 persen ke 25.239,57. Bursa Asia pagi Senin bervariasi: Nikkei turun 2,40 persen ke 48.625,88, Shanghai turun 0,08 persen ke 3.832,10, Hang Seng naik 1,44 persen ke 25.580,00. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi rebound IHSG seiring penguatan AS, dengan support di 8.360-8.400 dan resistance 8.460-8.500.