Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sekitar 0,2 persen ke level 8.970 pada Senin (26/1/2026), mendekati 9.000, sementara pelaku pasar waspada menanti keputusan The Fed. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.850-9.050, dengan potensi rebound jika menembus 9.050. Faktor global seperti data ekonomi AS dan perubahan metodologi MSCI juga menjadi perhatian.
Pada pembukaan perdagangan Senin (26/1/2026), IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 16,72 poin atau 0,19 persen menjadi 8.967,73, menurut data dari Republika. Sementara itu, laporan dari VIVA menyebut kenaikan 21 poin atau 0,24 persen ke 8.972, menunjukkan fluktuasi awal sesi. Indeks LQ45 sedikit turun 0,59 poin atau 0,07 persen ke 872,99.
Pelaku pasar bersikap wait and see jelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 27-28 Januari 2026, yang diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75 persen. "Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 8.850-9.050, sebelum menentukan arah selanjutnya. Jika IHSG mampu ditutup di atas level 9.050, maka berpotensi akan melanjutkan rebound," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas Fanny Suherman menambahkan, IHSG berpotensi rebound jika bertahan di support 8.880, dengan resisten di 9.000-9.050. Namun, proyeksi pra-pasar dari Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperingatkan tren koreksi jika di bawah 9.005, menuju support 8.770-8.790, meski pembukaan aktual menunjukkan penguatan.
Dari global, bursa Wall Street Jumat (23/1/2026) variatif: Dow Jones turun 0,58 persen ke 49.098,71, S&P 500 naik 0,03 persen ke 6.915,61, Nasdaq naik 0,34 persen ke 25.065,47. Bursa Asia pagi Senin campur: Nikkei turun 1,89 persen ke 52.829,69, Shanghai naik 0,40 persen ke 4.152,64.
Di dalam negeri, perhatian tertuju pada pengumuman metodologi free float saham MSCI sebelum 30 Januari 2026, berlaku Mei 2026. Data ekonomi mendatang termasuk Durable Goods Orders dan PPI AS, serta PMI China. Danantara menargetkan investasi hingga 14 miliar dolar AS tahun ini, naik dari 8 miliar tahun lalu.