Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam hingga 597 poin atau 6,66 persen menjadi 8.382 pada Rabu, 28 Januari 2026, meskipun analis memprediksi penguatan. Penurunan ini terjadi di tengah penguatan mayoritas bursa Asia dan antisipasi keputusan suku bunga The Fed AS.
Pada pembukaan perdagangan Rabu, 28 Januari 2026, IHSG anjlok hingga 597 poin atau 6,66 persen ke level 8.382, setelah ditutup naik tipis 0,5 persen di 8.980,23 sehari sebelumnya. Penurunan ini bertentangan dengan prediksi analis yang mengantisipasi penguatan. Fanny Suherman, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, memprediksi IHSG berpotensi menguat jika bertahan di support 8.900-8.940, dengan resisten di 9.000-9.050. Sementara Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memperkirakan kenaikan terbatas ke 9.100, dengan support di 8.837 hingga 8.525.
Secara global, bursa Asia-Pasifik mayoritas menguat pada pembukaan hari itu. Indeks Kospi Korea Selatan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan 1,27 persen, sementara Kosdaq naik 1,55 persen. S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,12 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,35 persen, dan Taiex Taiwan 0,79 persen. Namun, Nikkei 225 Jepang merosot 0,79 persen. Penguatan ini didorong harapan laba perusahaan AS, meskipun dibatasi kenaikan tarif impor AS terhadap Korea Selatan menjadi 25 persen atas produk seperti otomotif, kayu, dan farmasi, diumumkan Presiden Donald Trump pada Senin malam.
Di Wall Street, S&P 500 menguat 0,41 persen ke 6.780,60, Nasdaq Composite naik 0,91 persen, sementara Dow Jones turun 0,83 persen ke 49.003,4 akibat penurunan saham UnitedHealth hampir 20 persen. Pasar menanti keputusan The Fed yang diprediksi mempertahankan suku bunga di 3,5-3,75 persen, serta laporan pendapatan emiten teknologi seperti Apple dan Microsoft yang naik masing-masing lebih dari 1 persen dan 2 persen.
Ivan merekomendasikan lima saham potensial: ADRO (hold, target 2.470), AMRT (buy on weakness 1.820-1.860, target 1.960), GOTO (buy 56-58, target 68), ISAT (trading buy 2.300-2.330, target 2.600), dan UNVR (speculative buy 1.820-1.920, target 2.180).