IHSG dibuka menguat tapi diprediksi terkonsolidasi usai BI tahan suku bunga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,32 persen ke level 8.705 pada Kamis, 18 Desember 2025, setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di 4,75 persen. Analis memprediksi IHSG akan berkonsolidasi hari ini, meskipun tren jangka menengah tetap naik.

Pada pembukaan perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, IHSG menguat 27 poin atau 0,32 persen menjadi 8.705, setelah ditutup turun 0,11 persen ke 8.677,34 pada Rabu sebelumnya. Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Desember 2025 mempertahankan BI Rate di 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility di 3,75 persen, dan Lending Facility di 5,50 persen. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat transmisi kebijakan moneter, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tim Riset Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan berkonsolidasi hari ini di kisaran 8.600-8.750, selama ditutup di bawah 8.750. "IHSG hari ini diperkirakan masih akan berkonsolidasi," kata tim riset tersebut. Meski demikian, IHSG tetap dalam posisi uptrend jangka menengah-panjang, tetapi cenderung konsolidasi jangka pendek.

BI membuka peluang penurunan suku bunga ke depan sambil memantau inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan kredit mempercepat menjadi 7,74 persen year-on-year (yoy) pada November 2025, dari 7,36 persen pada Oktober, tercepat sejak Juni 2025. Namun, pinjaman yang belum dicairkan masih tinggi di Rp 2.509,4 triliun atau 23,18 persen dari total kredit disetujui. Penurunan BI Rate sebesar 125 bps tahun ini hanya diikuti penurunan suku bunga kredit perbankan 24 bps menjadi 8,96 persen pada November.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebut IHSG berkonsolidasi di bawah resistance 8.742 kemarin, yang menjadi level kuat. "Kelanjutan tren naik menuju 8.877 baru dapat terjadi jika IHSG berhasil menembus di atas 8.742," ujarnya. Support berada di 8.493, 8.361, dan 8.255, sementara resistance di 8.742, 8.877, dan 8.941. Ia juga merekomendasikan saham seperti ADRO (hold, target 1.865), AMRT (buy on weakness 1.840-1.870, target 1.950), BMRI (accumulative buy 4.600-4.700, target 5.125), CPIN (buy 4.350-4.400, target 4.700), dan INDF (buy 6.300-6.400, target 7.150).

Artikel Terkait

Illustration of IDX trading floor showing IHSG index opening higher at 8,658 amid consolidation phase.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG dibuka menguat namun memasuki fase konsolidasi

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 18 poin atau 0,22 persen di level 8.658 pada Jumat, 5 Desember 2025, meskipun analis memprediksi pergerakan datar di tengah pasar Asia yang variatif. Kemudian, IHSG naik ke level 8.640 atau 0,33 persen, menandakan fase konsolidasi sebelum potensi reli. Investor diimbau memperhatikan level support dan resistance utama.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,13 persen atau 10 poin ke level 8.656 pada perdagangan Selasa, 23 Desember 2025. Phintraco Sekuritas memprediksi penguatan menuju 8.700, sementara analis Binaartha Sekuritas memperkirakan kelanjutan tren koreksi dengan potensi rebound.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 60,98 poin atau 0,70 persen menjadi 8.761,90 pada Kamis, 11 Desember 2025. Analis memprediksi tren naik berlanjut dengan potensi menguji resisten 8.770, meski ada risiko koreksi jika turun di bawah 8.611.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,62 persen ke level 8.991,75 pada Senin (12/1/2026), didorong arus modal asing dan sentimen global positif. Penguatan ini melanjutkan tren bullish pekan lalu, di mana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 9.002,92. Analis memprediksi konsolidasi di kisaran 8.860-9.000 pekan ini.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,65 persen atau 55 poin menjadi 8.604,59 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan sektor industri dan siklikal, sementara rupiah juga menguat terhadap dolar AS seiring optimisme pemangkasan suku bunga The Fed.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 7,80 poin atau 0,09 persen menjadi 8.545,71 pada Senin, 29 Desember 2025, didorong optimisme pelaku pasar menyambut Santa Claus Rally. Investor juga menanti rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur dan Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember 2025. Analis memprediksi potensi rebound teknikal di awal tahun baru meski indeks masih oversold.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, di tengah perhatian pelaku pasar terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperluas data investor menjadi 27 sub-tipe untuk meningkatkan transparansi, sesuai permintaan MSCI. Meski rebound kuat pada hari sebelumnya, proyeksi menunjukkan potensi koreksi jika gagal tembus level kunci.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak