Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,12 persen menjadi 8.631,03 pada Jumat pagi, 12 Desember 2025, setelah penurunan 0,92 persen sehari sebelumnya. Analis memprediksi potensi rebound karena indeks masih di atas garis SMA-20, tetapi memperingatkan koreksi lanjutan jika menembus level support 8.493.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat, 12 Desember 2025, IHSG naik 10,55 poin atau 0,12 persen ke level 8.631,03. Kelompok saham unggulan LQ45 juga menguat 0,94 poin atau 0,11 persen menjadi 848,03. Penurunan sebelumnya pada Kamis, 11 Desember 2025, mencapai 0,92 persen atau 80,44 poin ke 8.620,48, setelah sempat menembus resisten Fibonacci 8.770 lalu terkoreksi di bawah 8.611.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan, "Ada potensi untuk rebound hari ini karena IHSG masih berada di atas garis SMA-20." Namun, ia memperingatkan investor untuk waspada terhadap koreksi lebih lanjut menuju 8.400 jika IHSG jatuh di bawah 8.493. Level support utama berada di 8.493, 8.361, dan 8.255, sementara resisten di 8.770, 8.941, serta 9.052.
Kondisi pasar Asia yang cerah, dipengaruhi pemangkasan suku bunga Federal Reserve AS sebesar 25 basis poin menjadi 3,5-3,75 persen, turut mendukung sentimen positif. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,96 persen, sementara Dow Jones AS mencapai rekor 48.704,01.
Ivan merekomendasikan lima saham potensial: ANTM (Trading Buy, beli 2.800-2.850, target 3.130), KLBF (Buy on Weakness, beli 1.080-1.110, target 1.295), SMGR (Accumulative Buy, beli 2.650-2.700, target 3.060), TLKM (beli 3.200-3.350, target 3.590), dan UNTR (beli 27.900-28.400, target 31.325). Investor disarankan memantau perkembangan ini untuk mengelola risiko.